Pebisnis atau Pedagang?

Ilustrasi. (Istimewa)

Termasuk manakah diri kita, seorang pedagang atau pebisnis?.
Mayoritas orang keliru dalam memahami konsep ini. Mereka beranggapan bahwa berbisnis itu adalah berdagang atau bahkan ada yang mengatakan berdagang itu bagian dari berbisnis. Mindset seperti inilah dikatakan salah besar. Mengapa dapat dikatakan salah besar?. Karena, belum tentu seseorang yang berdagang dan memiliki omzet ratusan juta bahkan miliaran dapat dikatakan sebagai seorang pembisnis. Sebenarnya seorang pebisnis itu adalah orang yang memiliki ‘ goal setting’, maksudnya ia sudah jelas memiliki visi dan misi dalam menjalankan bisnisnya.

Memang jika dilihat dengan kasat mata keduanya terlihat sama, saling menghasilkan keuntungan atau laba. Tapi, pada dasarnya dalam teori ekonomi kedua hal tersebut memilki perbedaan yang signifikan.

Berdagang adalah aktivitas jual beli yang menitikberatkan pada hasil keuntungan jangka pendek. Pemilik harus terlibat langsung dalam menjalankan operasional usahanya. Kelebihannya adalah mereka akan memeroleh keuntungan yang cepat dan instan. Akan tetapi kelemahannya seorang pedagang adalah ia akan diperbudak oleh waktu. Karena mereka tidak memiliki stuktur organisasi dan hanya bekerja sendirian. Sehingga waktu yang ada hanya habis terpakai untuk berdagang, berbeda dengan berbisnis.

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, bisnis adalah usaha komersial di dunia perdagangan dan bidang usaha.

Sedangkan bisnis menurut Bradly J.Sugars adalah perusahaan komersial yang menguntungkan dan berjalan tanpa harus pemiliknya terlibat langsung dalam menjalankan operasional usahanya. Sehingga waktu yang ada tidak habis terpakai hanya untuk berkutik dalam hal berbisnis. Dalam berbisnis hasil yang diperoleh adalah keuntungan jangka panjang, walaupun harus menunggu perputaran uang yang berjalan sangat lambat.

Untuk menjadi pebisnis yang sejati membutuhkan 4 pilar utama dalam menajalankan operasioanal bisnis, diantaranya adalah:

  • Adanya pemasaran atau marketing yang sudah sesuai dengan segmentasi pasar, karena dalam berbisnis sangat dibutuhkan target pasar yang sesuai berguna sebagai pemenuhan kebutuhan konsumen.
  • Pengelolaan keuangan atau financial yang efektif dan efesien
  • Membangun relasi atau team, maksudnya adalah seorang pembisnis tidak dapat menjalankan usahanya sendiri, ia membutuhkan partner atau relasi sebagai rekan kerja untuk saling bekerja sama. Dalam hal ini dibutuhkan SDM manusia yang berkualitas, serta mampu bersaing ketat. Maka dari itu, harus adanya perekrutan anggota perusahaan.
  • Membentuk sistem operasional yang baik. Dalam dunia bisnis sangat dibutuhkan ‘sistem’. Stuktur organisasi dan pembagian kerja yang jelas akan membentuk suatu sistem yang baik. Sehingga dengan adanya ‘sistem’ tersebut menjadikan tercapai pencapaian visi dan misi bisnis.

Lalu bagaimana ketika kita sudah terlanjur terjun dalam dunia perdagangan bukan dunia bisnis?.

Langkah awal yang harus dilakukan adalah menentukan goal setting. Karena tidak ada kata terlembat untuk mencoba. Hal yang harus diperhatikan dalam menentukan goal setting adalah rancangan jangka panjang yang meliputi visi dan misi bisnis yang akan dijalankan.

Setelah mengetahui perbedaan dari keduanya, marilah tumbuhkan jiwa seorang pembisnis muda, karena berbisnis itu akan terus berjalan walupun pemilik tidak terlibat secara langsung serta ketika si pemilik sudah pensiun.

Referensi:
http://kampungwirausaha.com
https://www.kompasiana.com
https://kbbi.web.id

oleh: Anisa Nur Azizah

Comments

comments