Pandangan Islam Terhadap Black Market

Sering kali kita mendengar istilah Black market atau pasar gelap. apakah arti dari Black Market atau pasar gelap itu sendiri ? Black Market adalah sektor kegiatan dalam bidang ekonomi yang transaksinya terjadi secara ilegal, dimana pembelian dan penjualan yang terjadi secara tidak sah menurut peraturan perundang-undangan. Dalam Black Market harga barang yang dijual relatif murah, karena barang-barang yang diperjual belikan dalam black market tidak membayarkan cukai ataupun pajak kepada pemerintah. Oleh sebab itu selalu ada permintaan walaupun Black Market itu dilarang oleh pemerintah. Kebanyakan dari konsumen mengingikan harga yang murah dengan kualitas yang bagus.

Bagaimanakah islam memandang Black Market? Apakah transaksi dalam black market diperbolehkan? Tentunya banyak konsumen yang menanyakan tentang kehalalan pada Black Market. Sebagai konsumen kita harus cerdas dalam memilah barang yang akan kita beli, agar terhindar dari hal-hal yang dilarang oleh syariat islam. untuk mengetahui status dari barang yang akan kita beli agar terhindar dari transaksi yang terlarang, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan konsumen adalah sebagai berikut :

  • Status kehalalan barang yang diperniagakan. Bila barang yang diperniagakan adalah haram, maka memperniagakannya juga haram, dan sebaliknya bila barangnya halal, maka memperniagakannya juga halal.
  • Adanya unsur riba.
  • Adanya ketidak jelasan (gharar).
  • Adanya persyaratan yang memancing timbulnya dua hal di atas (riba dan gharar).

Dalam kajian hukum syariat, selama transaksi itu tidak melanggar aturan syariat statusnya sah. Masalah administrasi dan pajak, tidak mempengaruhi keabsahan transaksi. Karena hukum dasar dalam islam, semua bentuk muamalah diperbolehkan kecuali ada dalil yang mengharamkannya, sangat berbeda dengan hukum ibadah yang mengharamkan segala sesuatu kecuali ada dalil yang memperbolehkannya.

Transaksi dalam Black Market diperbolehkan jika barang yang diperjualbelikan jelas kehalalannya, dan penjual benar-benar memiliki barang yang diperjualbelikan. Istilah Black Market ada hanya karena usaha tersebut tidak mendapatkan surat izin usha dari pemerintah. Sedangakan Black Market itu dilarang jika barang yang diperjual belikan itu adalah barang curian dan jenis barang-barang ilegal yang peredarannya dilarang oleh pemerintah. Masalah utama dari Black Market sebenarnya adalah tentang status diakuinnya barang tersebut oleh pemerintah. Sementara masalah perizinan usaha kepada pemerintah dan pembayaran pajak bukanlah menjadi tanggung jawab konsumen melainkan tanggung jawab produsen.

Sebagai konsumen hendaknya kita selalu memperhatikan mashlahah dari barang yang kita beli. Karena tujuan konsumsi menurut islam bukan hanya sekedar untuk memenuhi kebutuhan dan kepuasan saja, melainkan kita juga harus mempertimbangkan aspek mashlahah dan berkah. Dengan demikian seorang konsumen akan memenuhi substansi dari konsumsi itu sendiri yaitu mendapatkan kesejahteraan dan kebahagian dunia dan akhirat (falah). Syariat islam mengiginkan manusia mencapai dan memelihara kesejahteraannya, untuk itu hendaknya konsumen dan produsen bertindak sesuai aturan-aturan yang telah ditetapkan dalam syariat islam agar kesejahteraah dan maslahah dapat dirasakan oleh semua orang. (Etika Rosy)

Comments

comments