Optimalisasi Fintech dalam Mendukung Pembangunan UMKM di Indonesia

Ilustrasi. (Istimewa)

Masyarakat Indonesia bahkan dunia saat ini telah menggunakan tekhnologi dikehidupan sehari-hari. Zaman millennium ini membawa perkembangan dan dampak yang begitu besar pada dunia technologi digital. Dari anak-anak hingga orang dewasa sudah beralih mengunakan technologi canggih salah satunya adalah smartphone. Berbagai smartphone sudah di kembangkan menjadi alat pintar. Ia dapat menggantikan fungsi manusia, bahkan mesin. Contohnya Fintech. Sekarang orang tidak perlu susah-susah melakukan kegiatan yang menyita banyak waktu, seperti mengantri di Bank untuk transfer uang dll. Kini cukup dengan smartphone digenggaman tangan pekerjaan itu bisa terselesaikan dalam waktu kurang dari 5 menit.

Fintech adalah program komputer dan teknologi lainnya yang di gunakan untuk mendukung Atau memungkinkan layanan perbankan dan keuangan. Menurut wikipedia fintech adalah Bidang usaha yang berbasis perangkat lunak untuk memberikan jasa keuangan.

Teknologi financial atau digitalisasi membawa dampak yang kuat bagi industri jasa keuangan dalam memberikan layanan keuangan. Fintech lahir sebagai communication Technologi sejak tahun 1866 – 1967. Lalu pada tahun 1967 – 2008 fintech semakain berkembang seperti adanya ATM, mobile Banking dll. Kemudian fintech sekarang semakain berkembang sebagai alat aplikasi sebagai paymen.

BACA JUGA:  Wali Kota Minta Camat dan Lurah Lebih Dekat dengan Warga

Perkembangan Fintech di Indonesia, Fintech di Indonesia di doninasi oleh Fintech payment sebanyak 41% (Kartuku,Coda Pay, Dll), 12% sebagai market provisioning, 11% Sebagai Investment Management, 3% digunakan sebagai Insurance, 30% sebagai leding (P2P) 22 fintech P2P terdaftar di OJK dan 8 telah mendapat Izin.(co:Modalku,Investree), dan 3% digunakan sebagai Capital Raising (Equity Crowdfunding).

Alasan masyarakat beralih ke Fintech yaitu karena masyarakat merasa tidak dapat dilayani industry keuangan tradisional, karena keterbatasannya, dan aturan-aturan yang ketat. Lalu masyarakat mencari alternative pendanaan lain, yang lebih demokratis dan transparan.

BACA JUGA:  Ijtima Ulama II Siap Digelar Akan Hadirkan Prabowo dan Sandiaga Uno

Upaya peningkatan dalam pembangunan ekonomi di Indonesia dialihkan dan bertumpu pada pemberdayaan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Dari kegagalan pada konglomerasi usaha besar yang telah mendorong para perencana ekonomi dalam mengalihkan kepada UMKM. Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) memiliki peran besar dan sebagai cara yang strategis dalam pembangunan ekonomi nasional, pertumbuhan ekonomi serta membuka lapangan kerja baru. Karena sifatnya yang kecil, hingga mampu bertahan meskipun dalam kondisi krisis sekalipun. Seperti yang terjadi ketika krisis ekonomi tahun 1998, kebanyakan perusahaan besar tidak mampu bertahan dan terjadi koleps. Namun, yang menyelamatkan Indonesia dari krisis ekonomi saat itu adalah karena adanya para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah(UMKM) tersebut.

Mengoptimalkan fintech dalam mendorong kemampuan UMKM di Indonesia harus terus di tingkatkan. Karena memiliki potensi dalam meningkatkan para pelaku UMKM. Yang dapat berakibat mendorong pemerataan tingkat kesejahteraan masyarakat menengah.

BACA JUGA:  Dompet Dhuafa Bukan Didirikan oleh Erick Thohir

Jumlah pengguna internet di Indonesia 132 juta orang, pengguna telepon gengam 371 juta orang, pengguna aktif social media 106 juta orang. Sehingga menjadi daya Tarik yang sangat besar bagi perkembangan Fintech di Indonesia dan memberikan peluang yang sangat menjanjikan bagi pelaku UMKM untuk memanfaatkan technologi ini dalam mengembangkan dan meningkatkan usahanya. Oleh karena itu, agar tidak terjadi pergeseran trend saat ini yang mengarah kepada era digitalisasi modern maka para pelaku Usaha kecil dapat mengimplementasikan fintech dalam usahanya agar mampu bersaing di dunia secara global.

Fintech itu sejatinya untuk memberikan kemudahan, bukan lagi sebagai sebuah keinginan tetapi sebuah kebutuhan.

PENULIS :
Lulu Rizkia Fajrin. Mahasiswi semester 4 sekolah tinggi ekonomi Islam SEBI. Anggota aktif di forum KSEI IsEF STEI SEBI.

Comments

comments