Lindungi Tulang dari Osteoporosis

Osteoporosis tidak bisa diremehkan. Osteoporosis dapat dijumpai diseluruh dunia terutama di negara berkembang seperti Indonesia. Osteoporosis merupakan kondisi di mana kualitas tulang menjadi lemah dan rapuh.

Menurut salah satu dokter spesialis ortopedi di RSUD ULIN Banjarmasin, dr Essy Dwi Damayanthi mengatakan, “osteoporosis itu adalah suatu keadaan dimana kondisi kepadatan tulang menurun,” ia melanjutkan,” osteoporosis umunya terjadi pada lansia dan jarang terjadi pada usia muda.”

Hal itu menjelaskan bahwa para penderitanya juga tidak lagi hanya lanjut usia, namun juga anak muda atau remaja. Osteoporosis pada anak biasanya juga disebut osteoporosis pada remaja. Kondisi ini biasanya disebabkan oleh kondisi medis, seperti penggunaan obat obatan yang membuat tulang keropos atau faktor gaya hidup seperti pola makan yang buruk dan kurangnya berolahraga.

Masyarakat Eropa dan Asia memiliki densitas tulang yang rendah sehingga rentan terhadap osteoporosis. Osteoporosis ini paling sering terjadi pada pergelangan tangan, tulang belakang dan tulang pinggul tetapi tidak menutup kemungkikan terjadi pada bagian tulang yang lain.

Penyebab terjadinya osteoporosis yaitu gangguan pada metabolisme tulang. Pada keadaan normal sel pembangun dan sel pembongkar pada tulang bekerja terus menerus, saling mengisi, seimbang sehingga tulang menjadi utuh. Apabila kerja sel pembangun dan sel pembongkar tidak seimbang, maka kondisi tulang menurun dan mengalami pengeroposan. Selain itu rendahnya kesadaran masyarakat akan osteoporosi merupakan faktor lain yang menyebabkan keadaan semakin parah.

Menurut dr Essy Apabila kita terkena osteoporosis maka akan menimbulkan kepatahan dan kerapuhan pada tulang. Gejala osteoporosis sering tidak dihiraukan oleh masyarakat karena tidak adanya gejala yang spesifik. “osteoporosis adalah silent disease atau penyakit tidak bergejala,” ujar dr Essy.

Namun ada beberapa hal yang dapat di sebut sebagai gejala umum osteoporosis yaitu seperti patah tulang, tulang punggung yang semakin membungkuk, menurunnya tinggi badan, dan nyeri punggung.Pada masa kanak kanak tulang akan mengalami pertumbuhan dan perkembangan yang sangat cepat. Pertumbuhan tulang tersebut harus di tunjang dengan gaya hidup, pola makan dan aktifitas yang baik. Mencegah osteoporosis perlu dilakukan sedini mungkin untuk menghasilkan massa tulang yang maksimal bahkan sejak dalam kandungan, bayi, anak anak, dan remaja.

Seperti yang dikatakan dr Essy Dwi Damayanthi, dokter spesialis orthopedi di RSUD ULIN, Banjarmasin, “biasanya di usia 45 tahun sudah ada gejala osteoporosis,” ia melanjutkan, ” Pertumbuhan tulang akan berhenti pada usia 16-17 tahun bagi laki laki dan lebih cepat pada perempuan, pada usia 40 tahun lebih, kepadatan tulang mulai berkurang.”

Semakin seseorang bertambah usia, maka kondisi tulang dan otot pun menurun dan akan mengalami kerapuhan. Pada umumnya usia yang sering terkena osteoporosis ialah usia lanjut usia tetapi tidak menutup kemungkinan bahwa usia muda pun juga dapat terkena osteoporosis. Departemen kesehatan RI memperkirakan pada tahun 2050 hampir 38% masyarakat Indonesia akan terkena osteoporosis.

Salah satu faktor penyebabnya ialah meningkatnya usia harapan hidup penduduk Indonesia. Tetapi saat ini hal tersebut tidak diimbangi dengan pengetahuan tentang osteoporosis. Ini terlihat dari rendahnya masyarakat Indonesia yang mengkonsumsi kalsium hanya 254 mg per hari (2002). Menurut pedoman pengendalian osteoporosis yang diterbitkan departemen kesehatan RI melalui Keputusan Menteri Kesehatan nomor 1142/2008.

Diperkirakan 2 dari 5 orang Indonesia beresiko mengalami penyakit osteoporosis. Pencegahan osteoporosis sedini mungkin merupakan hal penting yang perlu di lakukan oleh seluruh masyarakat. “Upaya preventif yang penting untuk dilakukan guna mencegah osteoporosis saat ini yaitu dengan menerapkan pola hidup yang sehat.” Kata dr Essy, dalam keterangannya, Selasa (02/01/2018).

Oleh: Muhammad Ridwan

Comments

comments