Dituding Plagiat, Produser Angkat Bicara tentang Lagu “Sayang” Via Vallen

Via Vallen didampingi Produser Ascada Musik (jaket coklat) Dicky Sundri, saat peluncuran single album “Sayang” (foto: BKarmila/Depokpos)

Penyanyi dangdut yang sedang naik daun Via Vallen baru saja merilis single album terbarunya yang berjudul “sayang”, di restoran cepat saji di bilangan Kemang Jakarta Selatan pada Kamis (18/1/2018) Dibawah bendera berlabel Ascada Musik, Via Vallen kelahiran 1 Oktober 1991 kota Sidoarjo Jawa Timur ini memang dikenal sebagai Ratu pop dangdut koplo.

Sejak tahun 2014 Via Vallen yang memiliki nama lengkap Maulidia Octavia ini sudah bergabung bersama Ascada Musik, Via memulai karier di dunia entertainment sejak duduk di kelas 2 SMP, sejak kecil Via sudah hobi bernyanyi. Dalam waktu kurang dari satu tahun, single lagu “Sayang” berhasil mendongkrak nama Via Vallen yang telah menembus lebih dari angka 120 juta viewer video klip official.

Dalam konpersnya via Vallen mengatakan bahwa ia sangat senang akhirnya lagu “Sayang” telah diluncurkan. Ia pun tidak menyangka lagunya terkenal di kancah musik Indonesia. Atas ketenaran lagu sayang Via Vallen pun sempat dituding bahwa lagu tersebut adalah plagiat. lagu Sayang miliknya rumournya menjiplak lagu milik duo musisi asal Jepang, Kiroro Mirae.

“Alhamdulillah lagu sayang ini dapat diluncurkan juga, dan sudah jadi impian saya ingin punya album dan bisa dijual di KFC. Bersyukur bisa mendapat 120 juta viewer, sekalian mau klarifikasi bahwa ada yang bilang lagu sayang ini plagiat adalah salah besar. Karena memang lagu ini copyrightnya sudah dipegang langsung dengan Ascada musik, “ucap Via singkat.

Ditemui oleh media ini usai peluncuran single album “Sayang”, Dicky Sundri selaku produser Ascada Musik angkat bicara tentang lagu sayang nya Via Vallen yang rumournya plagiat. “Sebenarnya lagu ini kita jujur yah, depannya memang not-nya itu mirip lagu Jepang. Sebelum kita keluarkan lagu Via ini kita sudah urus izinnya ke publishing Jepangnya. Kita sudah ngantongin izinnya baru kita keluarin,”.

“Memang ada sepotong, meskipun sepotong tapi kita tetap minta izin, enggak ada istilahnya kita plagiat. Kecuali kita nyolong lagu orang, kita enggak bayar izinnya, itu dibilang plagiat. Memang selama ini banyak orang ngomong begitu kita diam saja. Kita perusahaan kerja enggak main-main koq,” ungkap Dicky dengan mimik serius.

Lebih lanjut Dicky Sundri mengatakan bahwa ia tidak menyangka lagu “Sayang” bisa meledak di pasaran. “Saya rasa produser di seluruh dunia tidak bisa memprediksi lagu itu akan meledak, hanya berdasarkan pengalaman kita, kita akan buat yang terbaik saja. Kebetulan kita yang terbaik dan diterima, ini rezekinya Via,” kata Dicky.

Menurut Dicky sistem royalty bagi para artis dibawah naungan Ascada musik sudah diterapkan seperti luar negeri. “Kalau dibilang jaman dahulu boleh dibilang, penyanyi, produser, atau musisi waktu meledak dapat duit setelah lagunya turun enggak dapat apa-apa. Karena sistem di kita belum tertata rapih, tapi beberapa tahun kesini sudah kita rapihkan dengan LMK (Lembaga Manajemen Kolektif) namanya SELMI (Sentra Lisensi Musik Indonesia), “papar Dicky. (BKarmila/Depokpos)

Comments

comments