Akibat Tak Ikhlas, Mau Untung Malah Buntung

Harusnya Memberi Syafaat di Yaumul akhir malah Menghantarkan ke Neraka

Oleh: Sabrina Jamilah

Sebagai umat muslim tentu kita menginginkan masuk ke dalam Surga. Segala perintah-Nya kita jalani dan segala larangan-Nya kita jauhi. Beribadah semaksimal mungkin kita usahakan demi mendapat ridhoNya. Banyak cara yang bisa kita lakukan demi bisa bertemu dengan sang Pencipta di kehidupan setelah di dunia. Seperti menghafal Al-Qur’an, Orang yang berjihad di jalan Allah dan orang kaya (mampu) yang bersedekah. Namun, bagaimana jika ketiga golongan tersebut malah terjerumus kedalam neraka? Padahal mereka melakukan apa yang diperintahkan oleh Allah SWT. Berikut penjelasannya.

1. Penghafal Al-Qur’an

Menghafal Qur’an akan menaikkan derajat di hadapan Allah maupun manusia, karena dengan menghafal Qur’an maka kita dipandang orang yang berilmu. Bagaimana tidak? Mereka menggunakan akal dan pikiran mereka untuk menghafal kalamullah. Menjadi penghafal Qur’an juga menjamin kehidupan kita di hari akhir nanti serta bisa memberikan mahkota untuk kedua orang kita. Namun, bagaimana jika penghafal Al-Qur’an tidak masuk Surga? Bagaimana jika mereka atau bahkan kita yang menghafal ayat-ayat Al-Qur’an malah terjerumus ke dalam neraka? Berikut penyebabnya :

– Niat menghafal selain kepada Allah : Pertama yaitu niat yang tidak ikhlas untuk menghafal Al-Qur’an. Hanya mementingkan dunia sementara akhirat dilupakan. Padahal jika kita mempunyai niat yang ikhlas hanya untuk Allah semata, maka Allah akan mempermudah segala urusan kita. Allah akan membantu kita dalam menjaga hafalan Al-Qur’an yang kita miliki. Maka luruskan niat kita dalam menghafal Qur’an. Luruskan niat kita menghafal hanya untuk Allah, hanya untuk mendapatkan ridhoNya. Setelah niat sudah diluruskan maka Allah pun akan ridho dengan kita.

– Bermaksiat : Sudah menghafal Qur’an namun masih bermaksiat? Itu tandanya tidak benar-benar memahami kandungan Surah Al-Isra ayat 32 yang artinya : “Dan janganlah kamu dekati zina; (zina) itu sungguh perbuatan keji, dan suatu jalan yang buruk.”. Pada ayat tersebut, Allah melarang kita mendekati zina yang artinya kita dilarang untuk bermaksiat. Karena jika kita menghafal Al-Qur’an namun masih bermaksiat maka kita hanya sekedar meghafal ayat-ayatNya saja dan tidak mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari. Hafal Al-Qur’an merupakan hidayah dan cahaya Allah yang hanya bisa menetap pda hati yang bersih. Bermaksiat sangat berbahaya bagi penghafal Qur’an. So, sebagai penghafal Qur’an harus jauh-jauh dari maksiat agar hafalan tidak terganggu.

– Malas mengulang hafalan : Mempertahankan ayat yang sudah dihafal jauh lebih sulit daripada menambah hafalan baru. Kita terlalu tergesa-gesa untuk menambah hafalan baru sementara ayat sudah pernah kita hafal dilupakan begitu saja. Padahal mempertahankan ayat yang sudah dihafal jauh lebih penting and sometime kita seenaknya mengulang hafalan kapan saja. So, pilihlah waktu-waktu yang tepat untuk mengulang hafalan. Seperti membacanya di waktu sholat, dan mengulangnya di sore hari. Dengan waktu tersebut kita terapkan maka insya Allah hafalan kita akan terjaga.

2. Orang yang Berjihad di jalan Allah

Jihad merupakan amalan yang paling berat jika dibandingkan dengan amalan lain, karena ketika berjihad seseorang akan mengorbankan segalanya bahkan nyawa pun dikorbankan demi berjuang melindungi islam dari orang-orang yang ingin menghancurkan islam. Sehingga sangat pantas apabila ketika ada orang yang berjihad di jalan Allah lalu ia syahid, maka Allah akan memberikannya surga. Namun, ternyata ada orang yang mati ketika sedang berjihad di jalan Allah dan ia syahid malah mengantarnya masuk ke dalam neraka. Bagaimana mungkin? Apa penyebabnya syuhada tersebut masuk neraka?

Penyebabnya ialah orang tersebut tidak ikhlas dan tidak bersungguh-sungguh dalam berjihad, padahal makna jihad itu sendiri ialah bersungguh-sungguh. Orang tersebut juga bukan mencari ridho Allah dalam berjihad, melainkan mencari ridho manusia agar ia dianggap sebagai seorang yang pemberani, tangguh, ingin dikenang jasa-jasanya dan sebagainya.

Orang seperti ini akan menjadi orang-orang yang pertama kali diputuskan perkaranya di pengadilan akhirat dan yang pertama kali masuk neraka. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW : “Sesungguhnya manusia pertama yang diputuskan perkaranya pada hari kiamat adalah seorang laki-laki yang mati syahid. Dia dihadapkan, lalu Allah menunjukkan kenikmatan-kenikmatanNya kepdadanya, maka dia pun mengenalnya. Allah bertanya, ‘Apa yang telah kamu lakukan padanya?’ Orang itu menjawab ‘Aku berperang karena-Mu sehingga aku mati syahid.’ Allah berfirman ‘Kamu dusta, akan tetapi kamu berperang agar dikatakan ‘fulan pemberani;dan itu telah kamu dapatkan.’ Kemudian diperintahkan (agar dia diseret dia atas wajahnya). Lalu dia pun diseret di atas wajahnya sampai dicampakkan ke dalam neraka.” (HR.Muslim)

3. Orang Kaya yang Bersedekah

Memiliki rezeki yang cukup merupakan kenikmatan yang sudah Allah beri untuk hambaNya, sehingga kita dapat berbagi atau bersedekah dari sebagian harta yang kita punya untuk orang yang kurang mampu. Sebagai wujud rasa syukur kita terhadap nikmat Allah. Namun, bagaimana jika orang yang bersedekah terjerumus ke dalam neraka? Berikut faktor-faktornya yang menyebabkan ia masuk ke dalam neraka

– Tidak ikhlas : ia melakukan sedekah dengan harapan mendapat pujian orang lain dan pencitraan sebagai orang yang dermawan.

– Hanya untuk mendapat ganti berkali lipat di dunia : Allah memang menjanjikan pahala dan ganjaran berkali lipat pada siapapun yang mau bersedekah, akan tetapi jika kita bersedekah dengan niat uhanya untuk mendpat ganti harta dunia, maka hanya dunia lah yang kita dapatkan. Dalam QS Asy-Syuraa ayat 20 yang artinya “ Barangsiapa yang menghendaki keuntungan di akhirat akan Kami tambah keuntungan itu baginya dan barangsiapa yang menghendaki keuntungan di dunia Kami berikan kepadanya sebagian dari keuntungan dunia dan tidak ada baginya suatu bahagiapun di akhirat.”

– Sedekah dari harta haram : Allah tidak akan menerima amalan sedekah kita jika kita memperoleh harta tersebut dengan cara yang haram. Seperti korupsi, mencuri dan lain sebagainya. Allah hanya menerima apa yang baik, termasuk sumber uang sedekah kita.

Dari penjelasan tersebut dapat disimpulkan bahwa jika kita ingin menjadi penghafal qur’an sekaligus jihad di jalan Allah dan bersedekah untuk orang lain maka luruskan niat terlebih dahulu. Karena jika niat kita untuk Allah maka Allah akan ridho dengan apa yang akan kita kerjakan. Exactly Allah akan mempermudah segala urusan kita di dunia. Kita juga akan dijauhkan dari sifat – sifat yang tidak baik dalam melakukan amalan-amalan tersebut. Semoga segala sesuatu yang kita kerjakan akan memberi kita syafaat di yaumul akhir yang mengantarkan kita ke Surga.

Comments

comments