Perlunya Kreatifitas dalam Persaingan Industri Makanan Ringan

Ilustrasi. (Istimewa)

Setiap makhluk hidup membutuhkan makanan. Tanpa makanan, makhluk hidup akan sulit dalam mengerjakan aktivitas sehari-harinya. Makanan merupakan kebutuhan pokok manusia paling utama yang dapat membantu manusia dalam mendapatkan energi, membantu pertumbuhan badan dan otak. Memakan makanan yang bergizi akan membantu pertumbuhan manusia, baik otak maupun badan. Setiap makanan mempunyai kandungan gizi yang berbeda. Protein, karbohidrat, dan lemak adalah salah satu contoh gizi yang akan didapatkan dari makanan.

Berbicara tentang makanan sendiri tentunya tidak sedikit orang yang hanya menjadikan makanan itu sebagai pemenuhan kebutuhan pokok saja, tapi bagi orang yang memiliki jiwa bisnis hal tersebut dijadikan sebagai peluang usaha. Karena usaha dibidang makanan sangat potensial sekali dan peluang bisnis makanan atau usaha kuliner boleh dibilang salah satu jenis usaha yang tidak akan pernah mati karena akan selalu dicari oleh banyak orang untuk memenuhi kebutuhan tubuh mereka.

Kalau kita melihat pasar Indonesia, tentu ada banyak sekali peluang usaha makanan yang bisa dilakukan oleh calon pebisnis yang menyukai usaha kuliner. Masyarakat Indonesia terkenal konsumtif dibanding negara-negara lain, termasuk dalam hal makanan. Indonesia punya banyak jenis makanannya yang beragam dari berbagai daerah, mulai dari makanan utama hingga makanan ringan. Harganya pun beragam mulai dari yang murah, hingga yang mahal.

Bisnis makanan ringan merupakan bisnis berskala rumah tangga yang memiliki peluang sangat bagus untuk saat ini maupun yang akan datang. Permintaan pasar untuk makanan ringan terus mengalir. Melihat penikmat makanan ringan, tidak hanya anak-anak, tetapi juga remaja, dewasa, hingga orang tua. Maka tidak mengherankan jika pelaku bisnis makanan yang sering disajikan sebagai selingan saat melakukan kegiatan ini sering kali kebanjiran pelanggan.

Apalagi melihat beragamnya jenis makanan ringan yang terkenal di masyarakat kita adalah aneka gorengan, aneka keripik, aneka kue, dan masih banyak lagi yang dijual dengan berbagai variasi harga. Membuat peluang bisnis makanan ringan ini semakin terbuka lebar.

Kementerian Perindustrian (Kemprin) memprediksi sektor makanan dan minuman tahun 2017 hanya tumbuh kisaran 7,5%-7,8%. Sementara, pengusaha memperkirakan bisa tumbuh minimal sama dengan 2016 yakni sekitar 8,2%-8,5%.

Menurut Adhi S Lukman, Ketua Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (Gapmmi), pertumbuhan bisnis makanan tahun 2017 masih bisa sama dengan tahun lalu yakni sekitar 8,5%. Karena itulah, “Kemprin sepakat mau merevisi proyeksi bisnis industri makanan 2017. Harusnya bisa sama optimistis,” kata Adhi seperti dikutip KONTAN, Minggu (22/1/2017).

Dari data tersebut bisa dilihat bahwa pertumbuhan industri makanan dan minuman domestik tahun ini optimistis tumbuh lebih baik ketimbang tahun lalu. Bahkan, prediksi pelaku industri tahun ini lebih tinggi dari prediksi pemerintah.

Saat ini banyak sekali jenis makanan ringan yang muncul di pasar industri makanan. Berbagai variasi dan bentuk unik menjadi salah satu andalan dari pengusaha agar konsumen tertarik dengan produk yang ditawarkan. Produk-produk hasil olahan industri rumahan ini memiliki differensiasi tersendiri dibanding produk kompetitor di pasaran.

Berkembangnya beragam jenis industri makanan dan minunan baik itu industri tradisional maupun industri moderen, merupakan reaksi atas beragamnya permintaan konsumen. Fenomena ini menunjukan persaingan yang semakin ketat diantara usaha yang ada. Persaingan untuk menarik perhatian konsumen sangat diperlukan guna mempertahankan dan merebut target pasar. Konsekuensinya adalah masing-masing industri harus memiliki strategi-strategi khusus guna pengembangan usahanya dengan melihat faktor-faktor eksternal maupun internal yang ada di sekitar maupun diluar perusahaan. Sebagai contohnya yaitu memberikan produk yang unik, promosi yang menarik, kemudahan untuk mendapatkan produk yang ditawarkan dan masih banyak lagi yang bisa dilakukan untuk menarik perhatian pelanggan.

Kreatifitas dari para pengusaha sangat dibutuhkan untuk bertahan dalam persaingan industri makanan. Oleh karena itulah tercipta berbagai kreasi makanan yang sengaja dibuat oleh pengusaha untuk menarik konsumen.

Ditulis oleh: Sansan Hasan Basri – Mahasiswa STEI SEBI.

Comments

comments