Mahasiswa D3 Humas Undip Gelar Expo Kewirausahaan

Owner produk scarf, NBS Scarf, sedang mempromosikan produk mereka kepada pengunjung Expo Kewirausahaan D3 Humas Undip. (Foto: Dokumentasi Mahasiswa Undip/ Esna Supratiwi)

Kegiatan Mahasiswa D3 UNDIP jurusan Public Relation (PR) mengadakan acara Expo Kewirausahaan yang pertama dan akan berlanjut di tahun berikutnya. Expo Kewirausahaan yang digelar di pelantaran Gedung B dan Gedung D Kampus FISIP UNDIP. Acara yang diselenggarakan 27 November 2017 mengangkat tema Monster Day “I have Monday”.

Tema yang diangkat bermaksud agar mahasiswa termotivasi untuk mencoba keperuntungan dalam berwirausaha. Acara ini juga menggerakkan mahasiswa untuk mengembangkan ide-idenya dalam dunia usaha.

Menurut Agus Naryoso, sebagai Kaprodi D3 Hubungan Masyarakat “Diharapkan dengan adanya kegiatan Expo Kewirausahaan dapat menumbuhkan kreatifitas mahasiswa yang diharapkan dapat berlanjut dan tidak hanya berhenti sampai disini saja.” ujarnya.

Acara dimulai pukul 08.00-15.00 WIB, Ada 21 stand yang berpartisipasi dalam kegiatan kewirausahaan ini. Rata-rata partisipannya dari mahasiswa D3 UNDIP jurusan Public Relation (PR). Kegiatan ini dimeriahkan oleh PR Band dan talkshow dengan selebgram asal Semarang, yaitu Gabriel Emilly Firdaus.

Salah satu pengunjung yang membeli produk NBS Scarf. (Foto: Dokumentasi Mahasiswa Undip/ Esna Supratiwi)

Salah satu stand yang berpartisipasi yaitu Nabawiyyah Scarf atau yang dikenal NBS Scarf. Nabawiyyah sendiri diambil dari kata “Sirah Nabawiyyah” yang berarti sejarah kehidupan Rasulullah Saw. Yang mana Beliau adalah pedagang yang sukses dengan nilai kejujuran, menghormati pelanggan maupun tepat janji.

“Untuk itu, kami dari NBS ingin memberikan pelayanan terbaik serta membantu para konsumen menemukan produk yang berkualitas dengan harga terjangkau guna memenuhi kepuasan konsumen dalam menggunakan produk kami,” ujar Maricha, salah satu owner dari NBS Scarf.

Owner NBS Scarf ada lima orang, yaitu Maricha Alif, Putri Damayanti, Oni Hikmah Wulandari, Azmi Burhan dan Esna Supratiwi. Produk scarf yang mereka produksi merupakan peluang bisnis dalam dunia fashion muslim di Indonesia. Scarf sedang digandrungi oleh para remaja terutama wanita dan mahasiswi. (Estri Setiyorini)

Comments

comments