Dinkes Depok Cegah Penyebaran Penyakit Difteri

Munculnya kasus luar biasa (KLB) penyakit difteri menjadi perhatian Pemerintah Kota (Pemkot) melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) Depok. Maka dari itu, langkah pencegahan untuk menekan penyebaran penyakit tersebut segera dilakukan oleh pemerintah.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), Dinkes Kota Depok, Rani Martina mengatakan, langkah pencegahan penyakit difteri yang paling utama adalah melakukan imunisasi DPT, DT dan Td.

“Pemberian imunisasi DPT, DT dan Td tidak boleh terlewatkan sebab merupakan bentuk vaksinasi yang wajib diberikan kepada bayi . Boster pada anak 18 bulan dan BIAS anak sekolah SD dan SD sederajat .  Pada anak tidak diimunisasi dan tidak lengkap diimunisasi  memiliki resiko tinggi terkena penyakit Difteri  hingga menyebabkan kematian,” kata Rani Martina, belum lama ini.

Lebih lanjut Rani menuturkan, Dinkes Depok bersama puskesmas juga akan melakukan sejumlah langkah penanggulangan penyakit difteri. Diantaranya dengan segera melakukan penyidikan epidemiologi, memberikan obat profilaksis pada kasus kontak difteri, meningkatkan cakupan imunisasi termasuk di semua wilayah.

Tak hanya itu, pihaknya akan memantau secara berkala kualitas vaksin dan rantai dingin, serta melalukan sosialisasi ke masyarakat tentang penyakit difteri. Dikatakannya, pentingnya imunisasi juga perlu disosialisaikan agar masyarakat lebih paham dan tidak menolak melakukan vaksinasi.

Dirinya pun berharap, melalui tindakan yang dilakukan oleh pemerintah, maka kasus difteri dapat ditangani secara maksimal. Dengan begitu, kedepan tidak ditemukan masyarakat yang terkena penyakit difteri di Depok.

Untuk diketahui, difteri adalah penyakit menular yang disebabkan kuman corynebacterium diphteriae yang menyerang infeksi pada faring, laring atau tonsil. Penularannya sendiri dapat melalui percikan ludah dari penderita difteri dan carier difteri.

Comments

comments