Tingkatkan Pelayanan, PDAM Depok Fokus pada Kualitas, Kuantitas dan Kontinuitas

(Istimewa)

Penanganan keluhan yang baik akan memberikan peluang untuk mengubah seorang pelanggan tidak puas menjadi pelanggan yang puas

DEPOK – Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Asasta Kota Depok telah mengupayakan memberikan pelayanan untuk memenuhi kebutuhan akan air bersih, namun dalam perjalanannya sering mendapat keluhan dari masyarakat atau pelanggan. Keluhan masyarakat tentang semakin sulitnya untuk mendapatkan air bersih merupakan kendala yang terus diperbaiki kualitasnya oleh pemerintah daerah dalam hal ini PDAM Kota Depok.

Penanganan keluhan yang baik akan memberikan peluang untuk mengubah seorang pelanggan tidak puas menjadi pelanggan yang puas. Proses penanganan keluhan yang efektif mulai diidentifikasi disertai dengan penentuan sumber yang menyebabkan pelanggan tidak puas dan mengeluh. Atas dasar tersebutlah, PDAM Tirta Asasta memfokuskan untuk terus meningkatkan K3 (Kualitas, Kuantitas dan Kontinuitas) demi memberikan pelayanan yang lebih baik untuk pelanggan PDAM.

BACA JUGA:  Pemkot Depok Siap Bantu Pembiayaan Siswa Miskin, Ini 4 Syarat yang Harus Dipenuhi

Demikian ditegaskan Spv Komunikasi dan Pelayanan Pelangggan PDAM Tirta Asasta, Ratih Ditta Sugiarthi, saat ditemui DepokPos di ruang kerjanya belum lama ini.

“Kita lagi kembangkan juga di Citayam dengan menambah kapasitas produksi dan reservoir (penyimpanan cadangan air-red), ini akan dimulai di tahun 2018, karena kita juga mau kembangkan di Cinere, nggak muat nanti untuk kebutuhan disana,” jelas Ditta.

Ratih Ditta Sugiarthi.

Ditta menambahkan selain di wilayah tersebut, Tirta Asasta juga akan lebih banyak mengembangkan di wilayah-wilayah barat lainnya seperti Tanah Baru dan lainnya. Sementara di wilayah timur juga akan ada beberapa pengembangan di 2018 nanti.

“Yang jelas kita memang sedang memfokuskan sekali untuk K3 ini, karena baru ya, jadi cakupan kita di Depok memang masih sedikit. Ini yang akan kita optimalisasikan,” tambahnya.

BACA JUGA:  Ini yang Membedakan PPDB 2018 dengan Tahun Lalu

Sementara untuk aset milik Tirta Asasta sendiri juga akan diperbaiki dan mengalami pergantian di banyak wilayah di Depok, mengingat dari segi usia sudah lumayan lama.

“Aset kita ini kan masih “warisan” dari PDAM lama yakni Tirta Kahuripan dan sudah cukup berumur, makanya pipa-pipa juga akan mengalami pergantian agar kita bisa memberikan kualitas yang lebih baik lagi,” jelasnya.

Ditta juga mengakui bahwa pada proses pergantian pipa ini, dirinya banyak menerima keluhan tentang kualitas air yang agak keruh, menurutnya hal ini disebabkan karena sistem yang dipakai pada saat pergantian pipa adalah dengan sistem bor.

BACA JUGA:  Disdik Imbau Orang Tua Peserta PPDB Gunakan Jalur Pendaftaran Resmi

“Jadi sistem boring ini dengan mengebor tanah untuk jalur pipa, akibatnya ada tanah yang masuk ke pipa pada saat pengeboran. Kenapa pakai sistem boring? Karena jika memakai sistem galian, akan banyak pengguna jalan yang terganggu akibat galian pipa tersebut, makanya kita pilih sistem boring. Sementara untuk air yang keruh tersebut, kita upayakan semaksimal mungkin untuk melakukan pembersihan sebelum kembali menyalurkan air, tapi tetap masih ada satu atau dua yang terbawa, karena itulah kualitas air jadi sedikit agak keruh,” jelasnya.

Ditta juga menyebutkan bahwa upaya-upaya peningkatan kualitas ini adalah sebagai bentuk perbaikan dan respon dari keluhan pelanggan maupun kritik serta masukan dari masyarakat Kota Depok sendiri. (san)

Comments

comments