Tingkatkan Daya Saing IKM, Disdagin Intens Berikan Beragam Pelatihan

DEPOK – Pemerintah Kota (Pemkot) Depok melalui Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kota Depok serius meningkatkan keterampilan dan kemandirian pelaku Industri Kecil dan Menengah (IKM). Keseriusan ini dibuktikan dengan semakin intensnya Disdagin menggelar rangkaian pelatihan-pelatihan untuk para pelaku IKM guna meningkatkan daya saing mereka.

Salah satunya adalah dengan memberikan pelatihan handycraft kepada 25 pelaku usaha kerajinan (craft) di Wisma Hijau Cimanggis, selama empat hari berturut-turut yang dimulai pada 21 November 2017 lalu.

Salah satu peserta pelatihan handycraft sedang mempraktekan metode sulam sasiko yang diadakan oleh Disdagin Kota Depok di Wisma Hijau.

Kepala Dinas Dagin Kota Depok, Kania Parwanti mengatakan dengan pelatihan ini diharapkan ada inovasi baru yang dihasilkan seiring bertambahnya wawasan para pelaku IKM di Kota Depok, sehingga menambah daya tarik konsumen terhadap produk craft dan meningkatkan kualitas produk IKM craft di Kota Depok.

“Kita ingin meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mereka di bidang craft, khususnya yang bergerak di sulaman. Dengan berbagai metode sulaman yang baru semakin memberikan keragaman di produk mereka, sehingga nantinya bisa meningkatkan nilai produk mereka,” ujar Kania saat ditemui di ruang kerjanya.

BACA JUGA:  Rangkaian Acara HPN 2018 Tingkat Depok Dimulai, Ikuti Lomba Berhadiah Belasan Juta Rupiah

Kania menambahkan bahwa pelatihan tersebut difokuskan pada pelatihan menyulam dengan menggunakan metode sulam sasiko. Metode sulam sasiko merupakan teknik sulam dari Jepang yang sedang menjadi tren di bidang sulam.

“Selama ini sebagian besar pelaku usaha di bidang sulaman masih menggunakan metode sulam bayang dan sulam timbul, kita harapkan dengan adanya metode baru ini semakin memberikan keragaman di produk mereka yang pada akhirnya bisa meningkatkan daya jual,” katanya.

Pelatihan Desain

Sebelumnya, Disdagin Kota Depok juga menggelar pelatihan desain mode bagi 30 pelaku IKM dengan menggandeng Sparks Fashion Akademi yang dihelat pada 24-27 Oktober 2017 lalu bertempat di Fave Hotel, Margonda.

Pelatihan desain yang dilakukan Disdagin bekerjasama dengan Sparks Fashion Akademi.

Kepala Bidang Perindustrian Disdagin Kota Depok, Martinho Vaz mengatakan, pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kreativitas para pelaku IKM dalam mendesain produknya. Menurutnya, persaingan di bisnis fashion semakin ketat, sehingga IKM perlu peningkatan kreativitas dan inovasi untuk terus mengembangkan produknya.

BACA JUGA:  Kota Depok Terima Hibah Masjid As Salam Cinere

“Pelatihan desain ini dimaksudkan agar para pelaku IKM ini memiliki pengetahuan dan keterampilan dasar dalam mendesain produknya, sehingga mereka bisa senantiasa  berinovasi mendesain produknya agar diterima pasar yang lebih luas,” ujarnya.

Lebih lanjut Martin mengatakan bahwa dalam kegiatan ini peserta selain dilatih cara mendesain, juga dibekali berbagai pengetahuan tentang bisnis, yang di antaranya tentang promosi dan pemasaran.

“Kita juga beri pengetahuan mengenai cara menjalankan produknya seperti promosi dan pemasaran. Diharapkan melalui upaya yang kita lakukan ini, dapat memberikan manfaat kepada para pelaku IKM agar semakin berkembang usahanya ke depan,” tegasnya.

BACA JUGA:  Depok Raih Anugerah Dana Rakca

Pelatihan seni cetak sablon

Selain itu, Disdagin juga telah melakukan pelatihan seni cetak sablon kepada para pelaku IKM Kota Depok yang dilakukan pada pertengahan Agustus lalu. Martin menjelaskan, bahwa para peserta yang mengikuti pelatihan ini merupakan campuran dari berbagai bidang usaha dengan harapan keahlian sablon yang didapat nantinya bisa menunjang promosi usaha mereka.

“Misal mereka nanti bisa membuat stiker untuk produknya, karena tujuan pelatihan ini adalah untuk meningkatkan jiwa kewirausahaan, kemampuan IKM dalam modifikasi promosi produknya,” jelas Martin.

Dirinya juga menambahkan, bahwa dalam kegiatan ini tidak hanya mengenai praktek, namun para peserta juga diberikan pemahaman mengenai peluang dan strategi bisnis sablon. Karena menurutnya, jaringan untuk berkecimpung di dunia ini harus bagus, terlebih ada juga peserta yang menggeluti bidang lain yang justru bisa semakin menambah luas jaringan pemasarannya. (San)

Comments

comments