Suka Pakai Cutton Bud Saat Bersihkan Telinga? Ini Bahayanya

Ilustrasi. (Istimewa)

Siapa yang tak kenal dengan si kecil Cutton Bud? Semua orang pasti mengetahuinya. Benda yang dibalut kapas di kedua sudutnya, selalu menjadi alat yang digunakan untuk membersihkan telinga bagian dalam.

Hampir setiap orang mempunyai kebiasaan membersihkan telinga mereka, dengan menggunakan cutton bud. Namun, banyak orang yang tidak menyadari bahwa hal tersebut bisa berdampak buruk, atau memberikan resiko bagi kesehatan telinganya.

Dilansir dari infoherbalis, ternyata bahaya membersihkan telinga menggunakan cutton bud, sudah disepakati oleh para ahli kesehatan. Kebiasaan ini dapat beresiko merusak saluran atau gendang telinga, dan kotoran yang ada justru makin mengendap di dalam telinga.

Selain itu, penggunaan cutton bud juga bisa menyebabkan telinga bagian dalam cedera. Bagaimana cotton bud menyebabkan cedera pada telinga? Di dalam telinga manusia, terdapat kelenjar penghasil zat seperti lilin yang dikenal dengan nama serumen atau kotoran telinga. Warnanya mulai dari kuning hingga ada juga yang kecokelatan.

Kotoran telinga ini kadang mengganggu sehingga mendorong kita untuk mengeluarkannya atau membersihkannya dari telinga dengan anggapan setelah itu telinga kita menjadi bersih. Alat yang digunakan sudah tentu cotton bud yang sering kita gunakan untuk membersihkan kotoran tersebut.

Saat kita membersihkan telinga dengan cotton bud, ada kemungkinan kotoran tersebut akan terdorong ke gendang telinga. Kotoran tersebut dapat menekan kulit gendang telinga yang berakibat gendang telingan tak dapat bergerak dengan baik. Hal itu akan menyebabkan gangguan pada pendengaran, pusing, dering atau gejala cedera telinga lainnya.

Sebenarnya, di dalam tubuh manusia terdapat mekanisme sendiri untuk membersihkan kotoran telinga, melalui gerakan rahang., seperti saat sedang mengunyah. Gerakan rahang itu dapat membantu telinga mengeluarkan kotoran dengan mudah.

Kebiasaan menggunakan cutton bud untuk membersihkan telinga sangat berbahaya, karena dapat membuat gendang telinga pecah dan beresiko mengalami gangguan pendengaran. Sebaiknya, kurangi atau bahkan hentikan kebiasaan tersebut, agar telinga bagian dalam tidak mudah terluka ataupun terkena infeksi. (Dwinta Imani Destiana)

Comments

comments