Mobile Medical Teams Mampu Menyelamatkan Kehidupan Anak-Anak di Yaman

Yahya yang menderita gizi buruk akut diperiksa oleh tim medis (Foto: UNICEF Yemen/2017)

Lebih dari 20 juta orang sangat membutuhkan bantuan kemanusiaan di Yaman setelah lebih dari dua tahun konflik. Infrastruktur negara telah hancur dan layanan kesehatannya lumpuh.

UNICEF melaporkan hampir tujuh juta orang tidak tahu darimana makanan mereka akan datang dan 380.000 anak beresiko mengalami gizi buruk. UNICEF mendukung mobile medical team untuk menjangkau anak-anak didaerah terpencil, seperti Yahya berusia empat tahun.dengan bantuan menyelamatkan hidup.

Thomas Charteris, Relief International

SANA’A, Yaman, 16 Oktober 2017 – “Dia sangat lemah dan bahkan tidak bisa berjalan lagi. Dia kehilangan banyak berat badan.” Muhammad, 50, sangat putus asa saat menjangkau mobile medical team . Dia berjalan kaki membawa putranya, Yahya, 4, didalam pelukannya. Muhammad melihat anak-anak lain didesanya meninggal karena malnutrisi dan dia takut nasib yang sama menimpa anaknya.

BACA JUGA:  Jelang Asian Games 2018, Indonesia Sudah Punya Velodrome Kelas Dunia

Muhammad tinggal bersama istrinya dan 10 putra lainnya disebuah rumah kecil dengan lantai tanah. Tidak ada toilet atau air mengalir didesanya. Rumah sakit terdekatmenempuh tiga jam perjalanan disepanjang jalan gunung yang berbatu.

Sekelompok sukarelawan pergi ke rumah-rumah warga pada bulan Agustus 2017 untuk meningkatkan kesadaran tentang bagaimana melindungi dari wabah diare kolera/ wabah diare berair akut. Kampanye kesadaran diluncurkan oleh UNICEF dan mitranya dan melibatkan ribuan sukarelawan diseluruh negeri. (Foto: UNICEF/UN078072/Alzekri)

Dia tahu tentang mobile medical team saat sukarelawan komunitas kami datang kerumahnya, screening anak-anak untuk kekurangan gizi. Mereka bilang Yahya butuh perawatan segera.

“Saya tahu Yahya akan mati jika saya tidak pergi ke fasilitas mobile ini dan mendapatkan pertolongan,” ujar Muhammad. “Saya tidak tahu apa yang salah dengan dia tapi tidak ada orang lain yang membantu kami disini.”

BACA JUGA:  Viral! Aksi Siswa SMP Naik Tiang Bendera Saat Upacara Kemerdekaan

Bantuan Menyelamatkan Hidup

Setelah memeriksa kondisi Yahya, perawat tersebut memperingatkan bahwa dia bisa meninggal dalam beberapa minggu mendatang jika dia tidak menerima perawatan. Muhammad diberi persediaan suplemen nutrisi dari kacang tanah Plumpy’nut dan diminta membawa Yahya kembali dalam seminggu untuk pemeriksaan.

Muhammad membawa Yahya kembali ke tim medis setiap minggu dan kondisi Yahya membaik secara signifikan. Meskipun masih sangat kurang gizi, lingkar lengannya – yang digunakan sebagai indikator malnutrisi – meningkat dari 8,5 cm menjadi hampir 10,5 cm.

BACA JUGA:  Jelang Asian Games, Kemenkes Susun Modul dan Pelatihan Kegawatdaruratan

Yahya juga terlihat lebih bahagia dan lebih aktif. Dia sudah mlai berjalan lagi dan bahkan rambutnya pun menjadi sedikit lebih tebal.

Dengan lebih dari separuh fasilitas kesehatan Yaman tidak lagi berfungsi, mobile medical team merupakan satu-satunya cara untuk menjangkau anak-anak dengan bantuan tindakan menyelamatkan hidup. Pada bulan Juli, UNICEF dan mitranya, seperti Relief International, telah memberikan perawatan kepada hampir 82.000 anak-anak karena malnutrisi akut tahun ini. Tetapi karena jumlah penduduk yang membutuhkan bantuan terus bertambah, UNICEF meminta tambahan dana untuk menjangkau dan membantu anak-anak di Yaman. (Estri Rini)

Comments

comments