Menjadi Wanita yang Dirindukan Surga

Ilustrasi. (Istimewa)

Betapa banyak wanita saat ini yang mendambakan dirinya menjadi wanita ideal agar dipandang sempurna di mata manusia. Namun tujuan mereka hanya untuk memperoleh kebahagiaan dunia semata. Padahal, kita mengetahui bahwa kehidupan di dunia ini hanya untuk sementara saja. Lantas, apakah pernah terlintas di benak kita untuk merindukan surga? Menyadari bahwa kebahagiaan yang haqiqi adalah dengan kita memperoleh surga? Namun faktanya, merindukan surga merupakan hal biasa yang setiap orang rasakan. Lalu, bagaimana jika kita yang dirindukan surga? Tentunya hanya sebagian orang saja yang dapat merasakan hal ini.

Merindukan dan dirindukan, merupakan dua hal yang sekilas sama namun ternyata berbeda. Misal, sudah menjadi hal yang fitrah bagi wanita apabila ia merindukan laki-laki yang ia cintai. Namun, belum tentu laki-laki yang ia cintai tersebut merindukan ia kembali. Hal tersebut merupakan hal yang tidak pasti. Berbeda halnya dengan wanita yang merindukan surga, lalu wanita tersebut membuktikannya dengan sifat dan perilaku yang membuat ia layak untuk memperoleh surga. Maka, Insyaa Allah surga pun akan merindukan wanita tersebut kembali untuk berada di sana. Rasulullah SAW bersabda, “Seorang wanita yang mengerjakan sholat 5 waktu, berpuasa wajib sebulan, memelihara kemaluannya serta taat kepada suaminya, maka pasti dia akan masuk surga dari pintu mana saja yang dikehendakinya.” (HR. Abu Nu’aim) Lantas, bagaimana caranya agar kita dapat menjadi wanita yang dirindukan surga?

Perlu kita sadari, bahwa Islam memberikan penghormatan dan kedudukan yang amat tinggi kepada wanita. Kedatangan Islam bak angin segar yang menghembuskan harkat dan martabat serta kehormatan kepada kaum wanita. Allah SWT berfirman, “Dan Kami perintahkan kepada manusia agar berbuat baik kepada kedua orang tuanya. Ibunya telah mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah (pula)…” (QS: 46:15)

Ayat tersebut telah membuktikan, bahwa Islam sangat menghormati kedudukan seorang wanita. Apabila seorang wanita menyadari betapa mulianya mereka, niscaya ia tidak akan menukarnya dengan sesuatu yang dapat merusak akidah dan kehormatannya. Wanita shalihah selalu menjaga kehormatan dirinya agar tidak menjadi fitnah bagi orang lain. Mereka tidak mengumbar kecantikan yang ia miliki secara berlebihan. Melainkan pribadinya begitu indah tanpa harus menambahkan polesan make-up secara berlebihan, namun kecantikan jiwanya akan tetap terpancar dan menyejukkan hati orang-orang di sekitarnya. Ia pun senantiasa selalu taat terhadap rambu-rambu yang telah digariskan oleh Allah dan Rasul-Nya. Memiliki akidah yang kuat, iman yang mendalam, banyak beribadah, luas pengetahuan, dan selalu mencontoh akhlaq Rasulullah SAW serta orang-orang shalih sebagai matahari kehidupannya.

‘Shalihah’, sebuah kata yang sudah tidak asing lagi terdengar di telinga kita. Kata ‘shalihah’ ini mempunyai arti tersendiri yang digunakan sebagai doa oleh banyak orang. Sepasang orang tua yang memiliki anak perempuan, seorang kakak yang memiliki adek perempuan, seorang laki-laki yang telah memiliki istri, dan sebagainya. Mereka semua menggunakan kata ‘shalihah’ ini sebagai doa agar mereka memiliki anak yang shalihah, adek yang shalihah, serta istri idaman yang shalihah.

Menjadi wanita shalihah sangat dianjurkan dalam Islam. Begitu mulianya wanita shalihah di hadapan Allah dan Rasul-Nya. Rasulullah SAW bersabda, “Dunia adalah perhiasan dan perhiasan terbaik di dunia ini adalah wanita yang shalihah.” (HR. An-Nasa’i dan Ahmad)

Sungguh, motivasi meraih kemuliaan inilah yang seharusnya dapat mendorong para wanita untuk mencurahkan kesungguhannya dalam menjalankan perintah dan larangan yang telah digariskan oleh Allah dan Rasul-Nya. Apabila seorang wanita telah menjelma menjadi wanita shalihah dengan menjalankan hak-hak Allah dan Rasul-Nya serta menjauhi larangannya, tentu akan disayang Allah dan Rasul-Nya.

Selain itu, untuk menjadi wanita shalihah kita bisa mewujudkannya dengan meneladani sifat dan perilaku para wanita ahli surga yang telah ditetapkan Allah SWT. Seperti Maryam binti Imran, Fatimah binti Rasulullah, Khadijah binti Khuwalid, dan Aisyah.

Rasulullah SAW bersabda, “Pemuka wanita ahli surga ada empat: Maryam binti Imran, Fatimah binti Rasulullah SAW, Khadijah binti Khuwalid dan Aisyah.” (HR. Hakim) Dengan adanya hadits tersebut, alangkah baiknya para wanita dapat termotivasi untuk meneladani sifat dan perilaku mereka.

Setelah kita mengetahui keutamaan dan kemuliaan wanita shalihah, maka selanjutnya terdapat sifat dan perilaku yang mencerminkan pribadi sebagai wanita shalihah, di antaranya:

1. Selalu menutup aurat
2. Menjaga pandangan
3. Patuh dan setia terhadap perintah suami dalam ketaatan
4. Lembut dan pemalu
5. Sabar dan tidak mudah putus asa
6. Cerdas dan berilmu
7. Pecinta dan penyayang
8. Rendah hati, baik, dan peduli terhadap sesama

Tentunya indah bukan, apabila kita membayangkan sifat dan perilaku di atas melekat dalam kepribadian kita sesungguhnya. Insyaa Allah bukan hanya kebahagiaan dunia yang kita raih melainkan surga pun akan merindukan kita.

Teruntukmu shalihah, maka dengan adanya sedikit ilmu ini, semoga ke depannya dapat memotivasi kita semua dalam menaati perintah dan larangan-Nya. Amiin Allahumma Aamiin.

Ditulis oleh: Iqlima Fairuz Syifa (Mahasiswa STEI SEBI, Depok)

Comments

comments