KSEI IsEF SEBI Gelar Kajian “Implementasi Pembangunan Melalui Opitimalisasi Potensi Daerah”

DEPOK- Kelompok Studi Ekonomi Islam (KSEI) IsEF STEI SEBI mengadakan Kajian Kedaerahan bertema “Implementasi Pembangunan Melalui Opitimalisasi Potensi Daerah” pada hari Selasa, 14 November 2017. Kegiatan kajian ini adalah agenda rutin yang di selenggarakan setiap hari Selasa Sore oleh salah satu departemen di IsEF, yaitu Departemen Scientific Center.

Dalam tema kajian kali ini membahas tentang bagaimana cara mengoptimalisasikan pembangunan daerah sehingga menaikkan perekonomian Nasional terkhusus menaikkan perekonomian masyarakatnya yang disampaikan oleh dua pembicara, yakni Fikri Fiddien, staff Scie-Cent yang berasal dari Berau (Kalimantan Timur) dan Abdullah, Sekretaris Jendral KSEI IsEF 2017/2018 yang berasal dari Lombok (Nusa Tenggara Timur). Kajian yang berjalan lancar dan berdurasi selama satu jam ini cukup menarik minat peserta yang hadir.

“Beberapa potensi di daerah saya, di Kabupaten Berau adalah perkebunan, pertambangan dan pariwisata. Terkhususnya adalah potensi pertambangan, yaitu pertambangan batu bara yang mana Kalimantan adalah salah satu daerah pemasok terbesar di Indonesia.” Ujar Fikri sebagai pembicara yang pertama.

Kabupaten Berau adalah kabupaten yang berada di Provinsi Kalimantan Timur yang Ibu Kota nya terletak di Tanjung Redeb. Luasnya mencapai 34.127,47 km2 dan populasinya berjumlah 214.828 jiwa. Beberapa Potensi di Kabupaten Berau adalah perkebunan, pertambangan dan pariwisata. Pertama adalah pertambangan, yaitu pertambangan batu bara yang mana Kalimantan adalah salah satu daerah pemasok terbesar di Indonesia dan dalam 5 tahun terakhir pertambangan batu bara menjadi penyumbang terbesar PDRB Kabupaten Berau, yaitu menyumbang 60% pendapatan secara keseluruhan. Kedua, Potensi perkebunan di Berau adalah perkebunan kelapa sawit yang luasnya mencapai 115.723 hektar dan produksinya mencapai satu juta ton. Terakhir adalah pariwisata, Objek wisata kepulauan derawan yang berada di perairan Berau terus menjadi tujuan wisata tidak hanya nasional tetapi juga mancanegara.

Pembicara kedua disampaikan oleh Abdullah yang berasal dari Lombok. Dari letak geografisnya, Lombok berada diantara Pulau Bali dan Pulau Sumbawa. Luasnya adalah 5.435 km2 dengan jumlah penduduk 4.702 juta jiwa (tahun 2014). Agama di Lombok Mayoritasnya adalah Islam (96 persen penduduk muslim).

Mengenai potensi daerah dibagi menjadi tiga sub karena setiap daerah mempunyai potensi yang berbeda-beda dan memiliki keunikan masing-masing yang tentu harus dikembangkan. Yang pertama ada tambang. Kedua, pertanian dan perternakan, di NTB kebanyakan adalah petani dan nelayan. Ketiga adalah pariwisata, Lombok terkenal dengan pariwisata halalnya. Pariwisata NTB telah meraih tiga penghargaan pada ajang World Halal Tourism Award 2016 di Abu Dhabi, Uni Arab Emirate (UEA).

“Dalam segi pertanian, Lombok/NTB dikenal sebagai lumbung pangan nasional, maka dari itu pemerintah mempunyai gebrakan bagaimana memberdayakan sumberdaya yang ada dengan program bumi sejuta sapi (tahun 2013) yaitu pemasok daging/pangan nasional dan panen raya nasional yang wujudnya dalam bentuk jagung yang mencapai satu juta ton saat pemasokan jagung.” Ujar Abdullah.

Beberapa pengoptimalisasian potensi daerah Lombok yang lain adalah Lombok Internasional Airport, Global Hub, Hotel Berbintang dan Islamic Center. “Harapannya dengan terselenggaranya kajian daerah ini menambah semangat baru bari kita selaku mahasiswa untuk mengembangkan potensi masing-masing daerah yang ada” Ujar Halwani selaku Ketua Umum KSEI IsEF SEBI. (DA)

Comments

comments