KPAI Kutuk Pemukulan Guru Terhadap Murid di Dalam Kelas

Dunia pendidikan lagi-lagi tercoreng dengan adanya tindakan kekerasan yang dilakukan oleh oknum seorang guru. KPAI mengutuk keras kejadian kekerasan ini yang dilakukan oleh seorang guru yang merupakan seorang pendidik.

Kejadian terjadi disalah satu SMP Kota Pangkal Pinang, Bangka Belitung. Oknum guru yang bernama Ma’in yang menganiaya siswanya ini bertindak diluar sebagai pendidik yang tidak punya etika yang baik.

Kekerasan berawal dari siswa yang berinisial RHP meledek sang guru dengan menyebut namanya saja tanpa menyebutkan kata “Pak”. Guru yang berprofesi sebagai guru matematika ini tidak terima dengan ledekan siswanya tersebut.

RHP ketika selesai pelajaran olahraga melewati kelas guru matematikanya tersebut yang sedang mengajar dikelas lain. Namun, RHP meledek gurunya dengan menyebut nama tanpa sapaan pak.

BACA JUGA:  Disdik Imbau Orang Tua Peserta PPDB Gunakan Jalur Pendaftaran Resmi

Ma’in yang kesal langsung kekelas siswanya tersebut. Lalu, Ma’in menyebut siapa yang meledek dirinya dan RHP pun bilang bahwa dia yang meledeknya. RHP pun dipukul dan dibenturkan kepalanya didinding.

Korban pun sempat dibawa ke ruang kepala sekolah. Pihak keluarga korban kekerasan yang dilakukan oleh oknum gurunya membawa RHP Ke Puskesmas Air Itam. Namun karena RHP mengeluh pusing terus dibagian kepalanya, maka keluarga membawanya ke Rumah sakit untuk mendapatkan perawatan yang intensif karena korban sempat pingsan setelah dipukul gurunya.

BACA JUGA:  Ust. Zaitun Rasmin Ajak Umat Islam Bela dan Lindungi Kota Suci Secara Adil dan Seimbang

“Ini sudah masuk kategori penganiayaan berat, karena tidak sekedar ditampar, tetapi siswa pun dibenturkan kepalanya ke dinding. Diduga akibat benturan tersebut, ananda korban mengalami sakit di kepala,” ujar Retno Listyaarti, komisioner KPAI bidang pendidikan dalam siaran tertulis yang diterima DepokPos.

Teman-teman korban yang melihat peristiwa penganiayaan tersebut tidak terima. Ada seorang teman korban yang melerai guru matematika itu untuk menghentikan tindak kekerasannya. Tetapi teman korban juga dipukul seperti RHP juga.

“Selain sadis, oknum guru ini pun melakukan aksi kekerasannya dihadapan siswa yang lain dan bahkan sempat upaya dilerai oleh siswa yang lain, tetapi sang guru malah makin meningkatkan aksi kekerasannya, bahkan terjadi juga pelemparan kursi. Guru semacam ini sangat membahayakan bagi keselamatan psikogis dan fisik anak-anak karena tak mampu mengontrol emosi. Yang bersangkutan harus di evaluasi secara kepegawaian oleh dinas terkait apakah masih patut menjadi guru,” lanjut Retno.

BACA JUGA:  Konsultan Relawan Sekolah Literasi Indonesia Siap Majukan Pendidikan di Indonesia

Akibat dari penganiayaan tersebut RHP dirawat di RSUD Depati Hamzah. Pihak keluarga tidak terima atas perlakuan guru yang menganiaya anaknya. Dan kemungkinan pihak keluarga RHP pun akan melakukan upaya hukum untuk menjerat oknum guru tersebut yang melakukan kekerasan terhadap anak korban, RHP. (Estri Setiyorini)

Comments

comments