Kedudukan Mulia dan Terhormat Muslimah

Ilustrasi. (Istimewa)

Muslimah menurut pandangan islam yaitu wanita yang beragama islam dan menjalankan perintah Allah SWT., saya, anda, dan kalian adalah seorang wanita. Wanita yang insya Allah akan menjadi seorang muslimah. Wanita telah diciptakan dengan bekal tabiat kelembutan, perasaan yang sensitif, dan tidak memiliki kekuatan jasmani sebagaimana yang dimiliki laki-laki. Sampai batas tertentu wanita sering meledak-ledak emosinya dan cepat berubah perasaannya. Oleh karena itu, rumah adalah tempatnya yang paling tentram dan aman. Wanita yang mencintai suami dan anak-anaknya tidak akan meninggalkan rumah tanpa kepentingan yang mendesak, dan ia tidak senang bercampur-baur dengan laki-laki.

Pandangan islam terhadap wanita bertolak dari dua perkara yang diakui oleh seluruh akal manusia, tak ada seseorangpun yang membantahnya dan tak ada seorangpun yang mengingkarinya. Kedua perkara ini adalah keadaan wanita sebagai manusia yang memiliki karakteristik-karakteristik jenis manusia dan keadaan perempuan sebagai wanita yang berbeda dengan ciri-ciri khas wanitanya. Lalu islam memberi perempuan akan hak hak kemanusiaannya secara utuh dan menjaga karakteristik-karakteristik kewanitaannya secara sempurna serta tidak mengabaikan kedua-duanya.

Al Qur’an dan sunnah mengukuhkan keseimbangan dalam pandangan islam terhadap wanita yang memberinya kedudukan sangat mulia dan terhormat. Dalam mengukuhkan sifat kemanusiaanya, Allah SWT berfirman

“Hai manusia, sesungguhnya kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorag perempuan(wanita) dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling mengenal. Sesungguhnya orang yang mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetauhi lagi Maha Penyayang” (QS.AL Hujarat: 13)

Selama sifat kemanusiaanya telah dikukuhkan, maka dia mesti memikul tanggung jawab penuh terhadap perbuatan-perbuatannya. Maka dia mendapat ganjaran pahala dan menanggung siksa.

Sesungguhnya Allah telah memuji salah seorang wanita sholehah dan mukminah.

Allah SWT berfirman :

“Dan Allah membuat istri fir’aun perumpamaan bagi orang- orang yang beriman, ketika ia berkata ‘Ya Tuhanku, bangunlah untukku sebuah rumah disisi-Mu dalam surga dan selamatkanlah aku dari fir’aun dan perbuatannya dan selamatkanlah aku dari kaum yang zalim” ( Qs. At-Tahrim [66]:11).

Allah menjadikan Asiyah r.a sebagai perumpaan yang hidup bagi setiap wanita mukminah. Bayangkanlah ketika Alloh menjadikannya sebagai simbol yang suci bagi mereka yang ingin mendapat petunjuk dan memegang aturan Allah dalam kehidupan ini.

Alangkah Cerdas dan lurusnya hati wanita ini, dimana ia selalu memohon agar bisa menjadi tetangga Allah Yang Maha Mulia. Ia lebih mengutamakan kedudukan bertetangga dengan Allah dari pada tinggal diistana fir’aun. Bahakan, ia ingin berlepas diri dari ketaatannya pada sang dictator yang jahat dan kafir itu. Ia juga menolak hidup bersenang-senang bersama fir’aun dan para pelayan di istananya. Ia hanya memohon istana yang kekal, lebih baik, dan lebih indah disisi Allah Tuhan semesta alam, untuk ditempatkan di dalam surga yang di dalamnya terdapat taman-taman dan sungai sungai yang disenangi.

Sesungguhnya dia adalah wanita yang agung, dimana keteguhan dan kejujurannya telah mendorongnya untuk menyeru secara terang-terangan kepada suaminya, seorang dictator zalim’ dengan kalimat kebenaran dan keimanan. Maka ahkirnya, ia pun disiksa karena mempertahankan keimanannya itu. Kemudian Alloh menjadikannya sebagai wanita teladan bagi setiap mukminah hingga hari kiamat. Alloh juga mencatat dan memuji namanya dalam al Qur’an, serta menyanjung perbuatannya dan menghinakan suaminya yang telah menyimpang dari jalan Allah.

Bergembiralah dengan kabar yang terdapat dalam hadits ini. Rosullulloh SAW bersabda :
“Bila seorang wanita taat kepada Tuhannya, mendirikan sholat 5 waktunya, menjaga kehormatannya, dia pasti masuk ke surga Tuhannya.” (HR, Ahmad)

Allah telah mempermudah semua urusan ini atas hamba-hambaNya yang mendapat petunjuk. Maka dari itu, tunaikanlah perbuatan mulia itu untuk menemui Tuhan Yang Maha penyayang, pasti Dia akan membahagiakanmu di dunia dan akhirat kelak. Genggamlah syariatnya seerat mungkin. Ikutilah petunjuk kitab-Nya dan sunnah Rosul-Nya, dengan demikian anda akan menjadi seorang muslimah sejati.

Ditulis oleh : Laeliah laeli, Mahasiswi STEI SEBI

Comments

comments