Ganda Putra Indonesia Raih Satu Gelar di Macau Terbuka

Pada partai final Wahyu/Ade berhasil mengalahkan lawannya asal Korea Selatan, Kim Won Ho/Seung Jae Seo. (Istimewa)

Jakarta – Indonesia berhasil mendapatkan satu gelar juara di Macau Terbuka Grand Prix Gold 2017 melalui ganda putra, Wahyu Nayaka Arya Pankaryanira/Ade Yusuf Santoso, pada partai final Wahyu/Ade berhasil mengalahkan lawannya asal Korea Selatan, Kim Won Ho/Seung Jae Seo, Minggu (12/11).

Wahyu/Ade tampil impresif saat mengalahkan lawannya dengan durasi hanya 36 menit, dengan dua set langsung 21-13 dan 21-14. Kemenangan ini membuat catatan baru sejarah bulutangkis di Indonesia. Pasalnya, Wahyu/Ade adalah ganda putra pertama Indonesia yang menjuarai di ajang Macau Terbuka yang baru dimulai pada tahun 2006.

Ada kejadian menarik dalam kemenangan yang diberikan Wahyu/Ade, dimana raket Seung Jae Seo penyok. Kejadian ini di saat Wahyu/Ade memimpin 4-2 atas Kim/Seung. Service dilakukan oleh Wahyu dan pengembalian bola atas diberikan ke arah Ade dari Seung, dengan sigap Ade pun melakukan serangan dengan smash kerasnya. Shuttlecock menuju ke arah Seung dan coba dikembalikan, namun yang terjadi shuttlecock tidak mengenai rakit dan rakit jadi penyok.

Dipertandingan sebelumnya tunggal putra Indonesia, Ihsan Maulana Mustofa menelan kekalahan di partai final oleh lawannya asal jepang, Kento Momota. Sebelum pertandingan final Ihsan mendapatkan keuntungan dengan mundurnya pemain Malaysia, Zulfadli Zulkifli disebabkan mengalami cedera pada kaki kanannya. Namun Ihsan gagal memanfaatkan tenaganya dalam pertandingan finalnya dengan kento dan pertandingan berjalan hanya berdurasi 41 menit.

Macau Terbuka sering diikuti oleh pemain asal Indonesia, dan adapun yang berhasil mendapatkan gelar juara yaitu, ganda campuran Edi Subaktiar/Gloria Emanuelle Widjaja pada tahun 2014. Adapun gelar yang diraih berturut-turut oleh Indonesia adalah ganda campuran Tontowi Ahmad/Lilliyana Natsir pada tahun 2010,2011, dan 2012. Sedangkan dari tunggal putra Taufik Hidayat pada tahun 2008. (Awaludin Saragih)

Comments

comments