Dua Pelajar Depok Raih Medali Emas Literasi dari Australia

Muhammad Aoriel Ghifari dan Muhammad Qusyairy Abdulloh bersama Wali Kota Depok Mohammad Idris.

DEPOK – Dua pelajar asal Depok yakni dari SDIT Miftahul Ulum mendapat medali emas dari Australia Selatan dalam Program West Java Leader’s Reading Challenge (WJLRC) beberapa waktu lalu. WJLRC adalah sebuah program unggulan Gerakan Literasi Sekolah (GLS) hasil kerja sama Pemerintah Provinsi Jawa Barat dengan Pemerintah Australia Selatan.

Program WJLRC ini dirintis sejak tahun 2012 oleh guru-guru alumni peserta pelatihan di Adelaide Australia di bawah tanggung jawab Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat. Dimana, kini Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat melakukan gerakan literasi massif kepada sekolah-sekolah di Jawa Barat, menuju Jabar Literat, Jabar Kahiji.

BACA JUGA:  Pradi Supriatna Resmikan Ruang Karya Code Margonda di Depok Town Square

Walikota Depok, Mohammad Idris mengalungkan medali kepada dua pelajar berprestasi yang mendapat medali emas atas nama Muhammad Aoriel Ghifari dan Muhammad Qusyairy Abdulloh, di Lapangan Sekolah SDIT Miftahul Ulum, Jalan Yayasan Nomor 100, Kelurahan Gandul, Kecamatan Cinere.

“Saya bangga sekaligus haru pada kalian, anak-anak yang berprestasi. Kenapa haru, karena saya optimis bahwa Indonesia pasti bisa punya pemimpin yang hebat-hebat, kalian inilah calon pemimpin di masa yang akan datang,” ujar Idris mengawali sambutannya. Dirinya mengucapkan selamat atas raihan yang diperoleh oleh siswa SDIT Miftahul Ulum. Atas prestasinya kedua siswa tersebut mendapat beasiswa dari pihak sekolah sebagai bentuk apresiasi karena telah membawa harum nama sekolah dan Kota Depok dalam kancah internasional.

BACA JUGA:  Ragam Fasilitas Sedekah, Tarik Minat Donatur di Ramadhan 2018

Selain Aoriel dan Qusyairy, juga ada sembilan siswa yang mendapat medali dari Provinsi Jawa Barat pada WJLRC yakni Asby Safaraz Akhram, Nazneen Kane Laquisha, Arsa Dharu Utomo, Azizah Shafa Ramdam Nisa Hidayat, Muhammad Najwan Azhim Muntazhar, Mustafa Ikhsan Shahab, Rafi Fadhilah Dzakwan, Sarah Dianty dan Syariefah Amierah Zulaikha. “Semoga Gerakan Literasi Sekolah (GLS) menjadi gerakan yang efektif dalam rangga menggiatkan budaya baca terutama bagi anak-anak karena membaca merupakan jendela dunia,” kata Idris. Dirinya juga mengingatkan agar siswa tidak membaca infomasi melalui handphone saat malam hari menjelang tidur karena memberikan efek negatif pada mata maupun otak. (cintiya)

BACA JUGA:  Aplikasi SIP OKE Kelurahan Mekarjaya, Salah Satu Inovasi Terbaik Tingkat Jawa Barat

Comments

comments