Bangunan Liar Jadi Pemandangan Tak Sedap di Jalur Hijau RJB

Bangunan liar di lahan hijau jalan Raya Keadilan, kelurahan Rangkapan Jaya Baru, kecamatan Pancoran Mas. (Foto: Galang/DepokPos)

DEPOK – Bangunan liar berbentuk kios yang berdinding triplek, seng bekas, kerangka kayu-kayu berdiri tegak di jalur hijau jalan Raya Keadilan, kelurahan Rangkapan Jaya Baru, kecamatan Pancoran Mas tepat di depan Perumahan Griya Pancoran Mas Indah atau persis depan Gardu Induk PLN.

Hal ini menjadi pertanyaan bagi warga sekitar, karena yang dikhawatirkan akan menjadi kumuh dan kesemrawutan lalu lintas di jalan raya keadilan. “Yaa gak elok lah, masa jalur irigasi sudah dibangun beberapa taman oleh pemerintah kota Depok dirusak dengan bangunan liar seperti itu sih, ini kita protes. Kalau mau usaha yaa cari tempat yang layak lah, kita pun juga manusiawi. Anehnya kok pihak kelurahan membiarkan itu berlarut-larut, jangan-jangan ada oknum yang bermain nih,” ketus Sigit salah seoarng warga Kampung Rawa Denok yang khawatir akan menjadi sumber kemacetan di sepanjang jalan raya keadilan nantinya.

BACA JUGA:  Majelis Ta’lim Nurussyabaab Panmas Komitmen Rangkul Anak Muda
Taman yang dibangun Pemkot Depok, bersebelahan dengan bangunan liar. (Foto: Galang/DepokPos)

Menurut sumber terpecaya DepokPos, sebelum bangunan liar itu berdiri memang ada tim BLH yang datang bersih-bersih dan staf BLH Kota Depok sempat mengatakan, saat ini lagi menggalakan kebersihan dan menata untuk persiapan Piala Adipura 2018. “Jalur sepanjang jalan raya keadilan adalah jalur hijau yang menjadi prioritas. Tidak menutup kemungkinan tim penilai akan lewat jalur ini,” tukasnya kepada sumber depokpos.com.

Dengan berdirinya bangunan liar itu, sungguh ironi. Bangunan liar itu bisa penghambat kota Depok untuk meraih penghargaan Adipura tahun 2018. “Ini harus segera diantisipasi Mas, bukan soal penghargaan piala Adipuranya. Dampak-dampak lainnya yang dikhawatirkan akan muncul, bisa-bisa ada gesekan antar masyarakat, apalagi kalau Ormas turun tangan minta jatah bisa berabe,” kilah Yudo, warga sekitar.

BACA JUGA:  Kawal Pembangunan, Sekber Wartawan Depok Intens Diskusi dan Tukar Pendapat dengan OPD

Depokpos saat konfirmasi ke Lurah Rangkapan Jaya Baru, Budi Muhammad,SE melalui saluran Whatsapp, mengakui kelurahan Rangkapan Jaya Baru tidak pernah memberikan ijin bangunan liar di jalan raya keadilan itu.

Ketika disinggung tindakan kelurahan Rangkapan Jaya Baru atas bangunan itu, Lurah Budi menegaskan, hal itu sudah dilaporkan ke kecamatan yang akan ditindaklanjuti ke Satpol PP kota Depok untuk menertibkannya.

“Soal pendataan ada berapa kios yang masih ada di kawasan hijau itu, kelurahan sudah mendatanya dan sudah dilaporkan ke kecamatan,” tandas Budi Muhammad.

BACA JUGA:  Macet di Jl Komjen Pol M Jasin Sudah Biasa Bagi Pengendara Roda Dua dan Empat
Satpol PP sudah mengecek lokasi namun belum ada tindakan. (Foto: Galang/DepokPos)

Dari pengamatan depokpos beberapa hari kemarin, tampak di hari Senin (6/11) Satpol PP kota Depok sebanyak 7 orang mendatangi dan menanyakan keberadaan bangunan liar itu kepada pekerjanya, namun tak bisa berbuat apa-apa. Tak lama kemudian muncul laki-laki yang mendekati komandan satpol PP lalu mereka pergi bersama-sama dari bangunan itu mengarah ke Jembatan Serong. Anehnya lama tak muncul, jelang waktu ashar, pekerja bangunan liar itu melanjutkan pekerjaannya. “Ini aneh Mas, jangan-jangan satpol PP dikasih upeti juga,” kata Ipul, pria paruh baya yang dari sepagian ada di gerbang perumahan Griya Pancoran Mas serius. (Galang)

Komentar

komentar