Bangsa dan Peran Pemuda

Ilustrasi. (Istimewa)

“Jatuh bangunnya negara ini, sangat tergantung dari bangsa ini sendiri. Makin pudar persatuan dan kepedulian, Indonesia hanyalah sekedar nama dan gambar seuntaian pulau di peta. Jangan mengharapkan bangsa lain respek terhadap bangsa ini, bila kita sendiri gemar memperdaya sesama saudara sebangsa, merusak dan mencuri kekayaan Ibu Pertiwi” (Muhammad Hatta)

Menurut RUU Kepemudaan, Pemuda adalah individu yang berusia 18 sampai 35 tahun. Di dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 40 Tahun 2009 tentang Kepemudaan dalam Pasal I ayat I dikatakan bahwa pemuda adalah warga negara Indonesia yang memasuki periode penting pertumbuhan dan perkembangan yang berusia 16 sampai 30 tahun. Sedangkan didalam KBBI dikatakan bahwa pemuda adalah orang muda, laki-laki atau perempuan, remaja, taruna yang kelak akan menjadi pemimpin bangsa. Di dalam Al-Qur’an sendiri dikatakan seorang pemuda adalah mereka yang memiliki keimanan dan keyakinan yang kuat terhadap agamanya. Seorang pemuda tidak gentar dengan ancaman, gangguan, dan rintangan yang menghadangnya. Keimanan dan keyakinan yang kokoh adalah syarat utama seorang pemuda. Hal ini sesuai dengan yang ada di dalam Al-Qur’an Surah Yunus ayat 83.

Dari beberapa referensi diatas dapat disimpulkan bahwa pemuda adalah seseorang yang berusia 16-30 tahun yang diharapkan mampu memimpin suatu negara di masa yang akan datang dengan memiliki keimanan dan keyakinan yang kuat kepada agamanya dan memiliki jiwa yang tidak gentar dengan segala ancaman, rintangan yang dapat menghadanya. Seorang pemuda juga sejatinya memiliki tanggung jawab besar terhadap bangsa karena ditangan para pemudalah arah bangsa digenggamnya. Seorang pemuda hendaknya menyadari bahwa ia sedang berada dalam fase dimana tugas yang berat sedang dalam pertanggungan pundaknya. Pemuda tak hanya harus memiliki prinsip yang benar dalam menjalankan hidupnya, tetapi juga harus memiliki fondasi aqidah yang sesuai dengan yang agama ajarkan. Dan potret masa depan sebuah bangsa dapat dilihat dari bagaimana karakter pemudanya saat ini.

Sejarah telah membuktikan bahwa sosok pemuda adalah pelopor yang dengannya ditemukan banyak perubahan yang terjadi di suatu bangsa akibat dari pergerakan yang dilakukan para pemuda. Sebagai contoh perubahan yang dilakukan pemuda adalah peristiwa yang terjadi pada tanggal 28 Oktober 1928 yaitu terlahirnya “Sumpah Pemuda” yang sama-sama kita ketahui bahwa peristiwa ini dianggap sebagai persatuan semangat untuk menegaskan cita-cita berdirinya negara Indonesia. Selain itu pula, hari kemerdekaan Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945 terjadi karena desakan oleh para gologan muda agar Presiden Soekarno segera mendeklarasikan kemerdekaan saat itu. Dan masih terdapat peristiwa besar perubahan negara Indonesia lainnya yang terjadi atas pergerakan pemuda.

Namun bila melihat potret pemuda Indonesia saat ini tampak jauh dari kariteria pemuda yang mampu menjadi penerus bangsa. Kerap kita temui diberbagai berita terdapat banyak sekali penyimpangan-penyimpangan yang terjadi disebabkan oleh para pemuda. Kurangnya pengetahuan agama, minim dan lemahnya pengawasan orangtua serta guru, rusaknya lingkungan pergaulan dan dahsyatnya pengaruh buruk media adalah beberapa hal yang dapat menjadi penyebab terjadinya penyimpangan perilaku pemuda. Hal ini seharusnya menjadi perhatian bagi semua pihak. Baik bagi orang tua, guru, tokoh masyarakat dan tentunya juga pemerintah. Karenanya harus selalu kita ingat bahwa pemuda adalah penggemnggam arah bangsa di masa depan. Membiarkan genersi muda dalam kesalahan dan keterpurukan sama artinya dengan membiarkan bangsa dalam kehancuran di masa yang akan datang.

Sebagai seorang pemuda hendaknya kita menyadari akan tugas besar yang diberikan kepada kita. Harapan-harapan pendiri bangsa agar negeri ini tetap ada adalah menjadi tanggung jawab kita. Menjadi pemuda yang baik, mempersiapkan diri, dan melakukan upaya terbaik dalam menggapai cita adalah bentuk usaha dalam merawat Indonesia. Mengharumkan nama bangsa dengan karya-karya yang kita cipta, peduli pada lingkungan sekitar, taat terhadap peraturan yang ada dan masih banyak hal positif lainnya yang sudah menjadi keharusan bagi kita dalam mengupayakannya. Pemuda yang memiliki idealisme, yang memiliki fondasi aqidah yang baik, yang memiliki kepedulian terhadap negara adalah pemuda yang negara butuhkan agar ia tetap ada. (Tatu Rahmawati)

Comments

comments