Scie-Cent IsEF SEBI Gelar Kajian “Edukasi Fintech”

Scie-Cent IsEF SEBI Gelar Kajian “Edukasi Fintech”
Scie-Cent IsEF SEBI Gelar Kajian “Edukasi Fintech”

DEPOK – Kelompok Studi Ekonomi Islam (KSEI) IsEF SEBI kembali mengadakan Kajian yaitu Kajian Hitz. Kali ini Departemen Scie-Cent IsEF ini mengangkat tema tentang “Edukasi Fintech : Memahami Perkembangan E-Money di Indonesia”, selasa (31/10/2017) di ruangan Al-Ghazali STEI SEBI. Kegiatan kajian ini adalah agenda rutin yang diadakan setiap hari selasa oleh Departemen Scie-Cent.

Dalam tema kali ini disampaikan oleh Imam Sofan, Kepala Departemen R&D KSEI IsEF 2016/2017. Kajian yang berdurasi selama satu jam ini berjalan lancar dan menarik minat banyak peserta.

“Pada zaman ini setiap orang pasti memiliki gadget, bahkan tidak lepas dari gadget. Dan tidak dipungkiri juga tanpa kita sadari keseharian kita sudah banyak dikelilingi oleh teknologi yang membantu kita dalam kegiatan sehari-hari. Salah satunya pengguna fintech (e-money).” Ujar Imam.

Fintech adalah Financial Technology atau keuangan yang berbasis teknologi.

Adanya fintech dapat membantu keuangan dalam perbankan. Dulu fintech sudah ada sejak tahun 1896, namun keberadaannya belum dikenal bebas pada saat itu.

Pada tahun 2006-2008 fintech sudah lebih canggih dan turunannya sudah banyak, salah satunya payment atau yang kita kenal dengan “e-money”. Ada lagi yang bernama crowd funding, dan sebagainya.

Menurut Otoritas Jasa Keuanga (OJK) saat ini masyarakat merasa tidak dilayani oleh jasa industri keuangan tradisional, sehingga mereka mencari alternatif lain dengan cara menggunakan jasa keuangan teknologi (fintech).

Namun ada resiko dari fintech ini sendiri. Salah satunya akan muncul kepunahan karyawan bank, karena nasabah akan lebih menggunakan layanan jasa teknologi dibanding datang ke bank tertentu.

E-money adalah uang yang dikemas dalam dompet digital. Diterbitkan atas dasar uang yang disetor terlebih dahulu oleh pemegang kepada penerbit. (Niehayatul Amaliyah)

Comments

comments