Saatnya Menumbuhkan Manajemen Sumber Daya Insani pada Bisnis Syari’ah

Ilustrasi. (Istimewa)

Tonggak sejarah yang teramat penting dalam menandai diperlukannya sumber daya manusia adalah timbulnya Revolusi Industri di Inggris. Terbukti bahwa perlunya ada perhatian kepada unsur manusia dalam suatu organisasi untuk mencapai tujuan. Semua aktivitas itu perlu mendapat perhatian di dalam pengelolaan Sumber Daya Manusia. Menurut Guest (1987), Human Resource Management (HRM) comprises a set of policies designed to maximise organizational integration, employee commitment, flexibility and quality of work. Bahwa, dalam mengelola Sumber Daya Manusia-nya diarahkan pada penyatuan elemen-elemen organisasional, komitmen pekerja, kelenturan organisasi dalam beroperasi serta pencapaian kualitas hasil kerja secara maksimal.

Dalam berbisnis, khususnya bisnis yang dijalankan berlandaskan syari’ah. Memiliki akhlaq baik dan berkompeten dalam menumbuhkan manajemen sumber daya insani merupakan salah satu acuan yang dapat meningkatkan produktivitas manajemen sumber daya manusia. Dengan mulai berkembangnya bisnis di Indonesia dan merupakan negara yang penduduknya mayoritas muslim, tentu sudah saatnya pembisbis muslim di Indonesia untuk mulai mengelola Sumber Daya Manusia-nya pun dengan cara syari’ah.

Idealnya ketika menerapkan manajemen sumber daya insani dalam berbisnis, haruslah memiliki sifat-sifat dasar akhlak yang telah di contohkan oleh Rasulullah. Dalam rohani Rasululloh SAW banyak sekali menanamkan paradigma unity of one yang lebih biasa dikenal dengan kata “TAUHID”, paradigma tauhid juga sangat membantu nabi dalam implementasinya ke sumberdaya manusia, khususnya untuk praktisi sumber daya insani. Tauhid sangatlah penting untuk kita jadikan landasan penumbuhkembangan karakter manusia dalam segala sendi kehidupan dan tidak terkecuali dalam manajemen sumber daya manusia yang subjek dan objeknya juga manusia.

Dengan mengimplementasikan tauhid ke dalam kehidupan manusia, maka secara naluri itu akan menyatukan antara naluri insani dengan naluri kerja yang menjadikan orang yang mengimplementasikannya sadar bagaimana menjadi manusia yang bermanfaat bagi orang lain.
Selain itu ternyata dari berbagai analisis nabi bahwa tauhid juga dapat membentuk kepribadian, karena pada dahulunya nabi Muhammad SAW membina para sahabatnya dengan merujuk kepada alqur’an dan hadist dalam masa kerasaulannya,dan sebaiknya sahabat juga melakukan pembinaan terhadap generasi selanjutnya deangan apa yang di dapat dari rasulullah kemudian di implementasikan kepada generasi selanjutya, dan ini akan berkelanjutan untuk selanjutnya.
Dari beberapa kepribadian yang dibentuk oleh tauhid atau kaitannya dengan tauhid bagi kehidupan sumber daya manusia yaitu :

Tauhid dapat mengembangkan dan menginovasikan SDM agar lebih bermutu dan kreatif
Tauhid membentuk kepribadian yang kokoh, memiliki komitmen yang kuat hanya menyembah kepada allah swt semata tidak kepada yang lain ini akan membantu seseorang dalam berkembang membentuk kepribadian yang uswatul khasanah.
Tauhid juga akan menjadi landasan pedoman hidup untuk melangkah.

Hal lain dari mengimplementasikan tauhid, 4 elemen berikut juga sangat penting untuk di miliki setiap insan, yaitu shiddiq, amanah, tabligh, dan fathonah. Shiddiq yaitu jujur dalam bertindak, rahasia rasululloh dalam dunia bisnis, kejujuran dan kepercayaan tak boleh ditawar sama sekali Amanah yaitu dapat bertanggung jawab dalam mengemban amanah. Tabligh yaitu menyampaikan serta bertanggung jawab atas apa yang akan disampaikan. Fathonah yaitu cerdas atau sikap prefesional dalam melakukan sesuatu.

Oleh karena itu, sumber daya manusia yang didasari ketauhidan dalam diri manusia, dan dilengkapi dengan memiliki sifat 4 elemen diatas, tentunya seseorang itu akan terbentuk akhlaq dan kepribadiaannya menjadi lebih baik, sehingga akan terbentuk kebiasaan yang baik dan berpengaruh terhadap lingkup kerjanya. Dan bisnis yang berlandaskan syari’ah ini tidak akan hanya menghasilkan keuntungan semata, namun keberkahan akan didapatkan juga. (MAYA SWARA IMANINA)

Comments

comments