Pengaruh Ekonomi Terhadap Pendidikan dan Peranan Pendidikan dalam Pembangunan Ekonomi

(Istimewa)

Oleh: Muhammad Ihsan Sobari

Perubahan di dalam semua segi kehidupan manusia dewasa ini terutama disebabkan karena kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. Terjadinya perubahan besar tersebut oleh karena sumber kekuatan dan kemakmuran suatu masyarakat atau negara bukan lagi ditentukan oleh luas wilayahnya atau kekayaan sumber daya alamnya. Akan tetapi telah berpindah kepada penguasaan dan pemanfaatan-pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi. Inilah peradaban baru umat manusia.

Terdapat tiga kekuatan yang dominan yang membawa peradaban baru dewasa ini, yaitu; 1) ilmu pengetahuan, 2) teknologi sebagai penerapan ilmu pengetahuan dan 3) informasi. Ketiga-tiganya menjadi hal yang sangat penting dan menjadi penopang kemajuan dan perubahan dunia. Tiga kekuatan tersebut mau tidak mau harus diikuti dan dimanfaatkan jika suatu bangsa tidak ingin hanya menjadi sekedar penonton dan korban dari sebuah peradaban

Pendidikan memiliki peran yang sentral dalam menemukan dan mengarahkan peradaban suatu bangsa, karena salah satu prinsip pendidikan adalah pengembangan dan pembangunan umat manusia “one of education’s principal is therefore that of fitting humanity to take control of its own development. It must enable all people without exception to take their destiny into their own hands so that they can contribute to the progress of the society in which they live, founding development upon the responsible participation of individuals and communities.”

Dengan pendidikan akan mengajak manusia untuk berpikir kreatif dalam membangun jatidirinya sehingga menjadi jatidiri bangsa yang kuat. Soedijarto mengemukakan bahwa membangun jatidiri bangsa berarti membangun peradaban bangsa dan negara.

Pendidikan nasional diharapkan mampu melahirkan manusia Indonesia yang: 1) religius dan bermoral, 2) yang menguasai ilmu pengetahuan dan keterampilan, 3) sehat jasmani dan rohani dan 4) berkepribadian dan bertanggung jawab. Dengan demikian pendidikan harus mewujudkan keempat karakteristik tersebut sebagai tujuan umum dari pendidikan nasional kita. Dengan mewujudkan keempat karakteristik tersebut berarti pendidikan akan membangun suatu peradaban bangsa dan negara Indonesia.

Pembangunan peradaban bangsa harus didasari dengan pembangunan nilai-nilai moral di kalangan warga bangsa baik sebagai individu maupun kelompok. Nilai-nilai moral yang kokoh dan etika standar yang kuat amat diperlukan bagi warga bangsa untuk menghadapi tantangan-tantangan masa depan. Nilai-nilai moral suatu bangsa amat berkaitan erat dengan kekuatan bangsa itu sendiri. Sebab, nilai-nilai moral inilah yang menggerakkan warga bangsa tersebut. Oleh karena itu, semakin kokoh nilai-nilai yang dipegang warga bangsa akan melahirkan social capital, jaringan hubungan, dan norma-norma perilaku yang mengikat suatu warga bangsa yang menjiwai kehidupan bersama, dalam wujud keberadaan trust di antara sesama warga masyarakat.

Kehadiran trust ini akan menimbulkan hubungan yang saling mempercayai dalam segala aspek kehidupan. Hasilnya, kehidupan politik akan lebih santun, hubungan ekonomi akan lebih lancar, kehidupan sosial akan dijiwai dengan kebersamaan dan saling memperhatikan dan perkembangan kultur bangsa akan senantiasa dilandasi oleh semangat persatuan dan keutuhan bangsa. Oleh karena itu, pembangunan peradaban bangsa harus dimulai dengan pembangunan kembali moral bangsa Indonesia. Upaya ini bukanlah perkara mudah, oleh karena itu, nilai-nilai dasar sosial, politik, ekonomi dan kultural baru yang diperlukan membutuhkan perubahan pada otak dan hati kita. Dengan kata lain, bangsa ini memerlukan warga yang memiliki intelektual dan integritas.

Pendidikan merupakan proses yang terjadi di dalam kehidupan manusia dan berlangsung terus menerus, disebut pendidikan sepanjang hayat. Pendidikan merupakan upaya manusia untuk mengerti, memahami (learning to know), dan melakukan (learning to do) apa yang dipelajarinya untuk hidup bermasyarakat (learning to live together) demi kemaslahatan bersama, dan akhirnya menjadi seseorang (learning to be). Pendidikan merupakan upaya negara untuk membangun bangsa agar bangsa menjadi cerdas dalam kehidupannya, mampu berpikir kreatif dan menghasilkan inovasi bagi kehidupan sebagai wujud pengabdian kepada Sang Pencipta.

Globalisasi yang ditandai dengan kesepakatan AFTA telah membawa dampak dalam pengelolaan pendidikan. Perkembangan teknologi khususnya bidang komunikasi dan informasi telah merubah wajah kehidupan ekonomi dunia. Bukan saja waktu dan tempat tidak lagi menjadi pembatas, juga ekonomi baru dunia adalah ekonomi yang didasarkan kepada ilmu pengetahuan. Hal ini berarti masyarakat dan bangsa yang tidak menguasai dan mengaplikasikan ilmu pengetahuan di dalam kehidupannya akan tertinggal dari masyarakat dan bangsa-bangsa lain.

Pendidikan, sepertihalnya bentuk lain investasi human capital, dapat memberikan kontribusi pada pertumbuhan ekonomi dan peningkatan pendapapatan bagi ekonomi lemah sama banyaknya seperti investasi fisik (transportasi, komunikasi, tenaga atau irigasi). Alasan prinsip yang mendasari perubahan pemikiran ini adalah makin tumbuhnya nilai ekonomis pendidikan, seperti yang dijabarkan Bowman (1966) sebagai ”revolusi investasi SDM dalam pemikiran ekonomi”. Sudah sejak lama para ahli ekonomi berupaya mengukur kontribusi pendidikan pada pertumbuhan ekonomi dan banyak yang menguji konsep investasi SDM. Kebijakan Bank Dunia merefleksikan pengakuan bahwa pendidikan merupakan investasi produktif dalam SDM.

Pendidikan diharapkan dapat menunjang proses kehidupan ekonomi bahkan dapat mempengaruhi arah dari proses pengembangan ekonomi karena pelaku-pelaku kehidupan ekonomi adalah manusia itu sendiri. Selanjutnya, perkembangan ekonomi pada gilirannya akan menunjang terwujudnya proses pendidikan yang dibutuhkan dalam perkembangan ekonomi. Ekonomi baru adalah ekonomi yang berdasarkan ilmu pengetahuan. Oleh karenanya, proses pendidikan yang perlu menekankan keseimbangan antara nilai-nilai moral dan etika dengan nilai-nilai ekonomi, karena antara nilai-nilai moral, etika, dan nilai-nilai ekonomi mempunyai hubungantimbal balik.

Ilmu ekonomi pendidikan tumbuh dan berkembang oleh perspektif investasi sumberdaya manusia (human capital). Konsep investasi SDM ini menganggap penting kaitannya antara pendidikan, produktivitas kerja, dan pertumbuhan ekonomi. Teori human capital mengganggap bahwa tenaga kerja merupakan pemegang kapital (capital holder) yang tercermin dalam ketrampilan, pengetahuan, dan produktivitas kerjanya. Jika tenaga kerja merupakan pemegang kapital, orang dapat melakukan investasi untuk dirinya dalam rangka memilih profesi atau pekerjaan yang dapat meningkatkan kesejahteraan hidupnya. Investasi sebagai konsep umum dapat diartikan sebagai upaya untuk meningkatkan nilai tambah barang ataupun jasa di kemudian hari dengan mengorbankan nilai konsumsi sekarang (Cohn, 1979, Psacharopoulos, 1988). Investasi dalam bidang SDM memiliki prinsip yang tidak berbeda dengan konsep investasi manusia juga bisa dianggap sebagau suatu entitas yang nilainya bisa berkembang di kemudian hari melalui suatu proses pengembangan nilai seperti peningkatan sikap.

Comments

comments