Beranda Oase Nikmat yang Sering Terlupakan

Nikmat yang Sering Terlupakan

Ilustrasi. (Istimewa)

Nikmat adalah suatu pemberian atau karunia dari Allah SWT yang bermanfaat dunia dan akhirat. Banyak orang yang beranggapan bahwa nikmat itu selalu berhubungan dengan banyaknya materi yang dimiliki dalam bentuk uang yang diberikan Allah SWT. Padahal nikmat bukan hanya sekedar materi, lebih dari itu dan bahkan ketika seseorang berusaha menghitung nikmat Allah dengan air laut sebagai tintanya dan daun-daun dimuka bumi sebagai lembaran kertasnya niscaya tidak akan cukup untuk menghitungnya. Sebagaimana Allah SWT berfirman :

“Dan jika kamu menghitung-hitung nikmat Allah, niscaya kamu tak dapat menghitung jumlahnya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS An-Nahl : 18)

Begitu banyaknya nikmat yang Allah SWT berikan, tetapi kadang baru terasa kehadirannya ketika sudah dicabut kenikmatan tersebut. Sebenarnya ketika diambil suatu kenikmatan berarti Allah hendak mengingatkan kita atas keberadaan nikmat tersebut. Rasulullah SAW bersabda :

“Dua nikmat yang kebanyakan manusia tertipu dengan keduanya, yaitu kesehatan dan waktu luang.” (HR. Bukhari)

BACA JUGA:  Bertebaran Dalam Kebaikan

Sehat adalah sebuah nikmat yang sangat berharga yang Allah berikan tetapi kadang sering dilupakan oleh manusia. Banyak orang yang diberi kenikmatan berupa melimpahnya uang tetapi semua itu tidak berharga bahkan habis ketika nikmat sehatnya dicabut. Manusia rela menghabiskan uangnya demi kesehatan, itu sudah dapat menggambarkan pentingnya nikmat sehat meski dibandingkan dengan melimpahnya harta sekalipun.

Seorang muslim akan terganggu ketika melakukan aktivitas terlebih saat beribadah. Bagaimana mungkin bisa menyampaikan dakwah dengan efektif ketika jasmaninya sakit, karena dakwah juga membutuhkan fisik yang kuat. Pertanyaannya adalah untuk hal apakah nikmat sehat yang telah Allah berikan? Apakah dengan nikmat sehat tersebut membawa kita kepada ketaatan ataukah mendekatkan kita kepada kemaksiatan. Sebagai seorang muslim yang baik hendaknya segala sesuatu yang kita miliki harus menjadi wasilah kita menuju jannah-Nya. Gunakan nikmat sehat dengan sebaik-baiknya untuk beribadah sebelum akhirnya nikmat sehat tersebut dicabut tetapi kita belum sempat menggunakannya untuk kebaikan.

Nikmat kedua yang sering terlupakan adalah waktu luang. Waktu adalah pedang, barang siapa yang tidak pandai memainkannya maka ia akan terbunuh olehnya. Betapa pentingnya waktu namun kadang kita selalu mengabaikannya. Ketika datang kenikmatan berupa waktu luang, kerap kali kita menjadi pribadi yang malas dengan dalih masih ada waktu lain yang lebih panjang. Padahal kita semua tidak akan tau kapan Allah akan mencabut kenikamatan berupa waktu luang tersebut. Rasulullah SAW bersabda :

BACA JUGA:  Bertebaran Dalam Kebaikan

“Manfaatkanlah lima perkara sebelum lima perkara : Waktu mudamu sebelum datang waktu tuamu, waktu sehatmu sebelum datang waktu sakitmu, waktu kayamu sebelum datang waktu kefakiranmu, waktu luangmu sebelum datang waktu sibukmu, waktu hidupmu sebelum datang waktu matimu.” (HR Al-Hakim).

Dari hadits tersebut dapat disimpulkan bahwa waktu sangatlah penting karena dengan waktu kita memulai segalanya. Manusia tidak akan dapat terlepas dari ikatan waktu, karena segala apapun yang terjadi selalu berkaitan dengan waktu. Yang harus dipertanyakan adalah apakah waktu yang telah Allah berikan sudah kita gunakan dengan sebaik-baiknya ? karena kelak kita akan diminta pertanggung jawaban digunakan untuk apakah nikmat waktu tersebut digunakan untuk beribadah atau disia-siakan untuk berpoya-poya demi kesenangan duniawi saja.

BACA JUGA:  Bertebaran Dalam Kebaikan

Manusia kadang terlena dengan waktu luang yang diberikan Allah kepadanya, lebih banyak digunakan untuk bersantai-santai contohnya waktu libur yang digunakan untuk memperpanjang waktu tidur sampai melalikan kewajiban-kewajiban kita. Padahal banyak hal produktif yang dapat dihasilkan ketika kita memanfaatkan waktu luang. Jangan sampai ketika diberi banyak waktu kita malah mempergunakannya untuk hal-hal yang menjerumuskan kita kepada kelalaian.

Kesehatan dan waktu luang memang suatu nikmat yang begitu berharga, oleh karena itu kita harus menggunakannya untuk sebaik-baiknya. Jangan sampai kita baru menyadari ketika kenikmatan tersebut sudah dicabut-Nya. Alangkah baiknya jika nikmat-nikmat tersebut dapat menjadi amal baik dan menjadi alasan kita ke surga karena kita tidak akan pernah tau amalan apa yang nantinya akan membawa kita ke surga. (Haryati)

Komentar

komentar