“Menjaga Pancasila dan NKRI” Jadi Tema Peringatan Hari Santri di Al Hidayah Boarding School

(Foto: Hana/DepokPos)

DEPOK – Sekitar 250 santri di sekolah Al-Hidayah Boarding School menggelar acara panggung pentas seni dalam rangka peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2017, Jumat malam (20/20). Acara tersebut dihadiri oleh para wali santri dan karyawan di sekolah tersebut.

Acara pentas seni ini merupakan persembahan dari siswa-siswi kelas 3 SMA yang akan turun jabatan. Rangkaian pentas seni yang diperankan oleh para santri terdiri dari silat, tari-tarian, pantomim, marawis, perkusi, pidato dan nyanyi bahasa. Pentas seni tersebut bertemakan meneguhkan peran santri dalam membela negara, menjaga Pancasila dan NKRI.

Dalam sambutannya Kepala Direktur, Amsori Jayadi mengatakan bahwa sejarah hari santri nasional diawali oleh resolusi jihad, yang dicetuskan oleh K.H.Hasjim Asy’ari, beliau pendiri NU. Resolusi jihad muncul karena ketika jepang hengkang dari negeri Indonesia yang diusir oleh pasukan sekutu, lalu perang dunia kedua melawan sekutu kemudian jepang kalah.

“Ada indikasi inggris dan sekutunya akan kembali menguasai Indonesia. Inggris memang sudah datang di Surabaya. Saat itu pasukan yang ada di surabaya siap untuk berperang melawan tentara sekutu. Sebelum terjadi perang, Surabaya dengan tentara sekutu. Maka K.H.Hasjim Asy’ari mencetuskan membuat resolusi jihad dengan salah satunya adalah mayoritas di Indonesia itu umat islam, lanjutnya.”

“Kemerdekaan islam harus dijaga bersama oleh umat islam tanpa terkecuali. Umat islam harus berjihad mengusir penjajah dan sekutu maka dicetuskan resolusi jihad melalui organisasi NU. Saat itu perang melawan inggris, Surabaya dan pasukan umat islam dengan melalui resolusi ini akhirnya menang, ujar Kepala Direktur Amsori Jayadi.”

Hari santri nasional bukan karena berdirinya pondok pesantren. Namun hari santri nasional itu mempunyai nilai jihad untuk menjaga kesatuan republik Indonesia agar dapat mengangkat derajat bangsa. Indonesia dengan mayoritas umat islam wajib menjaga negara kesatuan republik Indonesia. Apabila ada umat islam yang merusak NKRI berarti dia adalah orang munafik. Sekarang saja negeri ini carut marut disebabkan karena banyaknya pecundang dan harus ditumpas oleh pemimpin bangsa Indonesia. (Hana Nurul Jannah)

Comments

comments