Beranda Seputar Depok KULDESAK Bersama PKNI Gelar Pemeriksaan dan Pengobatan Hepatitis C di Rutan Cilodong

KULDESAK Bersama PKNI Gelar Pemeriksaan dan Pengobatan Hepatitis C di Rutan Cilodong

(Dok. Kuldesak)

DEPOK – Virus Hepatitis C (HCV= Hepatitis C virus) )merupakan masalah kesehatan yang serius di Indonesia dengan angka prevalensi dan komplikasi yang cukup tinggi. Jika diagnosis dan tatalaksana pasienhepatitis C dapat dilakukan dengan tepat dan menyeluruh maka diharapkan mampu menekan angka morbiditas dan mortalitas secara bermakna.

Lembaga KULDESAK sebagai anggota wilayah Depok untuk jaringan Nasional Persaudaraan Korban Napza Indonesia (PKNI) telah dan sedang melakukan upaya untuk mendukung program pemerintah dalam pengobatan Hepatitis C dengan menggelar kegiatan bertajuk “Pemeriksaan dan pengobatan HIV-HCV di Lapas dan Rutan di wilayah Jawa Barat”

Utamanya dengan mendorong teman-teman menjadi lebih memiliki pengetahuan dan akses terhadap pengobatan. Salah satunya dengan menggelar kegiatan pemeriksaan dan pengobatan hepatitis C di Rumah Tahanan (Rutan) Cilodong, Depok, Rabu (4/10/2017).

BACA JUGA:  FRAMES Isi Kegiatan LDKS di SMPIT Arafah

“Adapun bentuk kegiatan yang sedang kami laksanakan di beberapa Lapas dan Rutan di wilayah Jawa barat, yang mana salah satunya untuk wilayah Depok adalah Rutan Cilodong, mengenai pemeriksaan dan pengobatan Hepatitis C,” jelas Yudha Wahid, selaku Koordinator divisi napza Lembaga Kuldesak.

Lebih lanjut Yudha menjelaskan bahwa dalam pelaksanaannya Kuldesak bersama PKNI bekerjasama dengan SUBDIT P2P Hep-C dan Dinas Kesehatan Kota Depok, yang pemeriksaannya dikhususkan hanya kepada pasien B20 atau koinfeksi bagi WBP (Warga Binaan Pemasyarakatan) di Rutan Cilodong.

“Dalam kegiatan ini ada beberapa peralatan pemeriksaan yaitu, Anti HCV, RDT, Gen Expert beserta petugas medis dan perwakilan lembaga pelaksana program ini. Termaksud juga pemeriksaan dengan pengambilan sampling darah dari 50 orang.” Ujar Yudha.

BACA JUGA:  Depok Terima Sertifikat Eliminasi Filiariasis dari Menkes

Yudha mengakui, telah banyak kemajuan yang dicapai dalam hal penatalaksanaan hepatitis. Pada hepatitis C. Bahkan dengan kemajuan pengobatan maka penderita dapat sembuh, meski harga dari obatnya masih mahal, saat ini Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan sudah menyediakan obat Hepatitis C.

Namun, berbagai upaya tetap perlu dilakukan dengan tujuan mendukung perluasan akses layanan hepatitis dan mendukung upaya pemerintah dalam pengobatan hepatitis C. Termaksud komunitas populasi kunci yang harus mampu menjadi pelatih pendidik pengobatan HIV-HCV di wilayahnya masing-masing sehingga meningkatkan pengetahuan bagi komunitas masing-masing mengenai HIVHCV.

”Selain komunitas populasi kunci dapat melakukan diagnosis dini sehingga dapat menerima dan mengakses pengobatan hepatitis C. Sangat diharapkan jejaring layanan hepatitis C dengan layanan HIV/AIDS dapat terus dikembangkan dan dikuatkan di wilayah masing-masing.” Tandas Yudha.

BACA JUGA:  Wakil Depok Juara 1 Startup World Cup, Wali Kota Ucapkan Terima Kasih

Perlu diketahui, Penyakit Hepatitis merupakan masalah kesehatan masyarakat di negara
berkembang termasuk di Indonesia. Di Indonesia, berdasarkan hasil RISKESDAS 2013, tergolong negara dengan endemisitas sedang – tinggi, sehingga Indonesia merupakan negara dengan pengidap hepatitis terbesar nomor 2 diantara negara – negara SEARO.

Hepatitis merupakan penyakit penyebab kematian nomor 2 pada semua umur pada golongan penyakit menular. Sedangkan pada usia produktif (umur 15 – 44 tahun) di pedesaan merupakan penyebab kematian nomor 1, dan di perkotaan menempati urutan ke 3. Biasanya penularan Hepatitis C melalui kontak langsung dengan darah ataupun produknya dan jarum suntik maupun alat tajam lainnya yang tidak steril atau telah terkontaminasi.

Komentar

komentar