Beranda Dunia Kampus Kajian Rutin IsEF Angkat Tema “Komparasi Ekonomi Islam vs Ekonomi Konvensional”

Kajian Rutin IsEF Angkat Tema “Komparasi Ekonomi Islam vs Ekonomi Konvensional”

Kelompok Study Ekonomi Islam (KSEI) atau yang biasa dikenal KSEI Islamic Economics Forum (IsEF) telah mengadakan Kajian Dasar kedua yang bertemakan “Komparasi Ekonomi Islam vs Ekonomi Konvensional” pada hari Selasa, 03 Oktober 2017. Kegiatan ini adalah agenda rutin yang diselenggarakan setiap hari selasa oleh salah satu departemen IsEF, yakni Departemen Scientific Centre.

Dalam tema kali ini disampaikan oleh Tri Aji Pamungkas selaku pembicara dan dihadiri oleh mahasiswa serta pengurus IsEF lainnya. Kajian yang berjalan lancar lancar dan berdurasi satu jam ini cukup menarik minat peserta yang hadir.

BACA JUGA:  Unindra Kampanyekan Kompetensi Menulis Ilmiah

Ekonomi konvensional merupakan sistem ekonomi yang disepakati. Sedangkan ekonomi Islam merupakan sistem ekonomi yang berlandaskan Al-Qur’an dan As-Sunnah. Dalam Islam sendiri ada 3 pilar, yaitu; aqidah, akhlaq dan muamalah. Ekonomi islam ini merupakan sistem ekonomi yang berdasarkan syariah dan itu berhubungan dengan pilar Islam yang ke tiga, yaitu muamalah.

Ekonomi Islam adalah sistem ekonomi yang berlandaskan Al-Qur’an dan As-Sunnah. Dalam Ekonomi Islam, pekerjaan seseorang itu dianggap sebagai ibadah. Dari segi paradigma pun memang sangat berbeda dengan ekonomi konvensional. Ekonomi Islam memiliki falah oriented, suatu pekerjaan dianggap sebagai investasi untuk mendapatkan pahala bahwa pekerjaan yang dilakukan adalah kebaikan.

BACA JUGA:  KSEI IsEF SEBI Gelar Seminar EkonomI Lintas Negara

Kita harus mengetahui dan memahami alasan mengapa memilih Sistem Ekonomi syariah dengan cara membandingkan dengan sistem ekonomi yang lain dengan tujuan untuk meyakinkan.

Seperti halnya krisis ekonomi global, Dalam 100 tahun terakhir telah terjadi 20 kali krisis (IAEI, 2008) terjadi pertumbuhan semu, sektor finansial tumbuh tidak sebanding dengan sektor riil (Bubble Growth, Paul Gruggman, 1999).

Menurut konsep ekonomi kapitalis dan sosialis, sumber kekayaan itu sangat langka (Scarcity of resources), sedangkan dalam Islam, sumber kekayaan alam semesta dari Allah SWT.

BACA JUGA:  Pentingnya Keterampilan Berbahasa Indonesia di Mata Penutur Asing

Sedangkan dari segi kepemilikan, menurut konsep Kapitalis bahwasannya setiap pribadi dibebaskan untuk memiliki kekayaan yang diperolehnya. Sedangkan dalam Islam, sumber kekayaan yang kita miliki adalah titipan dari Allah SWT. Serta menurut Sosialis adalah bahwasannya sumber kekayaan diperoleh dari pemberdayaan tenaga kerja (buruh).

Dilihat dari tujuan gaya hidup perorangan, Kapitalis ini mementingkan kepuasan pribadi, sedangkan dalam Islam tujuannya adalah mencapai kemakmuran (Al-Falah) di dunia dan akhirat, serta ekonomi Sosialis ini menekankan pada kesetaraan penghasilan diantara kaum buruh. (Sa’adah Tri Hayatun/STEI SEBI)

Komentar

komentar