Film WAGE Ciptakan Semangat Kebangsaan Generasi Milenial

Salah satu adegan film WAGE. (foto; istimewa)

Untuk mengenang jasa Wage Supratman yang telah menciptakan lagu kebangsaan yaitu Indonesia Raya, OPSHID Media yang diprakarsai oleh M. Subchi Azal Tsani dan juga selaku eksekutif produser, telah meluncurkan film WAGE agar dapat meneladani aksi-aksi kepahlawanan Wage Supratman dalam aktivitas kekinian sebagai generasi milenial.

Alasan dibuatnya pembuatan film WAGE, Ivan Nugroho, selaku Direktur PT. OPSHID Media Untuk Indonesia Raya mengatakan bahwa apresiasi yang disematkan untuk pahlawan Wage Supratman tidak berbanding lurus dengan jasa besar beliau untuk bangsa Indonesia.

“Itulah yang menjadi pemikiran dasar Mas Bechi sebagai penggagas dibuatnya film ini. Maka film tentang Wage Supratman dibuat sebagai sepantas-pantasnya penghargaan untuk beliau, yang juga ditujukan sebagai pelurus sejarah mengenai kisah hidupnya, “kata Ivan dalam releasenya yang dikirim kepada media ini Selasa (17/10/2017) di Jakarta.

Selain itu, Kyai Mochammad Muchtar Mu’thi, sang Maha Guru yang juga selaku Supervisi Film, menekankan bahwa kunci menuju bangkitnya bangsa Indonesia, terutama generasi muda atau milenial, adalah kembali ke jati diri bangsa.

“Ada banyak nilai-nilai luhur jati diri bangsa yang terkandung di dalam lagu Indonesia Raya, dan juga proses sang komponis Wage Supratman untuk mewujudkannya. Diharapkan film WAGE dapat menjadi pemicu untuk membangkitkan rasa cinta tanah air serta moral luhur bangsa Indonesia, “ujar Kyai Mochammad Muchtar Mu’thi.

Dalam pemilihan aktor untuk peran WAGE dipilih berdasarkan potensinya, baik di bidang seni peran maupun caranya untuk eksplorasi karakter. Juga proses produksi, berada dalam pengawasan dari eksekutif produser M. Subchi Azal Tsani, untuk memastikan jalannya film tidak melenceng dari visi misi OPSHID yang asli serta ide pokok awal dibuatnya film ini.

Terkait dengan target penonton, Opshid Media mematok angka minimal 1 juta penonton. Untuk investasi produksi total dari film WAGE, OPSHID Media menghabiskan dana sekitar 16 Miliar Rupiah. Dana tersebut selain produksi Film juga digunakan untuk riset dan biaya pemasaran yang besar.

“Film ini diharapkan dapat memberikan manfaat untuk masyarakat Indonesia karena, lahirnya lagu Indonesia Raya menimbulkan ketakutan besar pada kaum penjajah. Dan lahirnya film ini dapat menjadi pemicu semangat cinta tanah air dan kiat untuk menghapuskan penjajahan dimanapun dalam bentuk apapun. Jangan lupa nonton film WAGE, pada 9 November 2017 serentak di layar bioskop Indonesia,” ajak Ivan semangat. (BKarmila/Depokpos)

Comments

comments