Aksi Peduli Sosial Ciptadana Asset Management Ke TBM Lentera Pustaka

Paula Ranty Komarudin, selaku Presiden Direktur CAM kepada Syarifudin Yunus, Pendiri dan Kepala Program TBM Lentera Pustaka di Plaza Asia Jakarta, Rabu 18 Oktober 2017.

Melakukan aksi kepedulian sosial secara nyata. Adalah tanggung jawab setiap korporasi atau perusahaan di samping tetap fokus menjalankan bisnis. Aksi sosial yang lebih dikenal dengan Corporate Social Responsibility (CSR) menjadi cermin kontribusi sebuah korporasi terhadap lingkungan sosial, di samping wujud komitmen berkelanjutan dunia usaha. Bukan hanya mengejar profit semata. Namun juga memiliki tanggug jawab sosial dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat sekitarnya.

Berangkat dari kepedulian sosial inilah, Ciptadana Asset Management (CAM) sebagai salah satu perusahaan pengelolaan investasi dan aset manajemen terkemuka di Indonesia menyalurkan kiprah sosialnya ke Taman Bacaan Masyarakat (TBM). Tujuannya, agar tradisi baca dan budaya literasi semakin meningkat dari waktu ke waktu untuk anak-anak Indonesia.

Kepedulian Ciptadana Asset Management (CAM) direalisasikan dalam bentuk bantuan penyediaan infrastruktur seperti rak buku, lantai baca, dan biaya operasional kepada TBM Lentera Pustaka, organisasi nirlaba yang menyelenggarakan taman bacaan masyarakat di Desa Sukaluyu Kaki Gunung Salak Bogor yang melayani sekitar 200-an anak-anak usia sekolah yang selama ini tidak memiliki akses bacaan.

Penyerahan CSR Korporasi Ciptadana Asset Management (CAM) kepada TBM Lentera Pustaka dilakukan secara langsung oleh Paula Ranty Komarudin, selaku Presiden Direktur CAM kepada Syarifudin Yunus, Pendiri dan Kepala Program TBM Lentera Pustaka di Plaza Asia Jakarta, Rabu 18 Oktober 2017.

“Tanggung jawab sosial adalah nilai yang dijunjung tinggi oleh Ciptadana Asset Management dalam menjalankan bisnisnya. Untuk itu, kami salurkan dana CSR ke taman bacaan masyarakat agar tradisi baca dan budaya literasi anak Indonesia semakin meningkat. Anak-anak adalah generasi penerus. Maka kami ingin investasi di pendidikan anak-anak seperti core business CAM di bidang investasi yang bersifat jagka panjang” ujar Paula Rianty Komarudin.

Melalui bantuan ini, anak-anak yang selama ini tidak mendapat akses buku bacaan akan bisa memulai tradisi baca dan membangun budaya literasi. Hal ini penting sebagai upaya memperkuat pengetahuan dan wawasan anak-anak melalui bacaan, di samping menekan angka putus sekolah.

“Selaku pengelola TBM Lentera Pustaka, kami mengapresiasi kepedulian sosial Ciptadana Asset Management. Kami pun berharap TBM ini dapat menjadi mitra sebagai pusat edukasi literasi keuangan, khususnya di bidang investasi dan aset manajemen. Kami berharap CAM dapat menjadi pelopor dalam kegiatan CSR yang fokus di bidang literasi, seperti yang dijalankan TBM Lentera Pustaka” kata Syarifudin Yunus, Pendiri TBM Lentera Pustaka.

Ciptadana meyakini kegatan CSR yang dipilihnya ini dapat menjadi menciptakan “positive social value” yang membedakan perusahaannya dibandingkan perusahaan lainnya. Karena taman bacaan masyarakat pada dasarnya dapat menjadi investasi sosial yang sangat bernilai di masa depan.

“Melalui CSR ke TBM Lentera Pustaka ini, kami ikut terlibat dalam investasi sosial dalam menigkatkan kualitas hidup masyarakat. Inilah positioning tanggung jawab sosial kami dan sejalan dengan bidang bisnis kami di pengelolaan investasi dan aset manajemen” tambah Paula Rianty Komarudin.

Sebagai salah satu taman bacaan, TBM Lentera Pustaka bertekad menjadikan anak-anak usia sekolah SD—SMA di wilayah Desa Sukaluyu Kec. Taman Sari (Kaki Gunung Salak) Bogor meningkatan tradisi baca, di samping menjadikan kawasan di sekitarnya sebagai zona baca; kawasan wajib baca bagi anak-anak.

Seperti diketahui, minat baca anak-anak Indonesia tergolong masih sangat rendah. Hasil studi “Most Littered Nation In the World” dari Central Connecticut State University tahun 2016 lalu, Indonesia menempati peringkat ke-60 dari 61 negara dalam minat membaca. Persis di bawah Thailand (59) dan di atas Bostwana (61). Maka untuk memperbaiki keadaan ini, sangat diperlukan keterlibatan pihak swasta atau korporasi. [*]

Comments

comments