Beranda Dunia Kampus UNJ Tegaskan Sikap Peduli Terhadap Bahasa Indonesia

UNJ Tegaskan Sikap Peduli Terhadap Bahasa Indonesia

(Dok. UNJ)

Hari-hari ini makin banyak saja pemakai bahasa yang tidak peduli Bahasa Indonesia. Fenomena maraknya ujaran kebencian hingga bertebarannya teks-teks bahasa yang mencemarkan nama baik, Universitas Negeri Jakarta (UNJ) tegaskan pentingnya sikap peduli terhadap Bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan. Gunakanlah bahasa Indonesia dengan santun dan bermartabat.

Melalui acara “Kuliah Perdana dan Talkshow Alumni” mahasiswa baru Prodi Bahasa dan Sastra Indonesia FBS UNJ tahun 2017, masyarakat dihimbau untuk tidak sembarang berkata-kata yang dapat mengggangu kehidupan berbangsa. Untuk itu, mahasaiswa Prodi Bahasa Indonesia UNJ akan mengambil posisi terdepan dalam mengkampanyekan sikap peduli terhadap bahasa Indonesia. Acara yang dibuka oleh Dekan Fakultas Bahasa dan Seni UNJ, Dr. Liliana Muliastuti ini dihadiri 200 mahasiswa dan menghadirkan pembicara dari alumni UNJ pada Senin, 4 September 2017 di Kampus UNJ Rawamangun.

BACA JUGA:  Pentingnya Keterampilan Berbahasa Indonesia di Mata Penutur Asing

Tampil sebagai pembicara dalam kuliah perdana ini, antara lain: Syarifudin Yunus, M.Pd, (Dosen dan Ketua IKA BINDO UNJ), Dr. Ima Rohima, M.Pd. (Widyaiswara BPSDM Pemprov DKI Jakarta), dan Waridin, M.Hum (Wakasek SMAN 8 Jakarta) yang dipandu oleh Lia Marliana, M.Phil (Kaprodi Bahasa Indonesia FBS UNJ).

Melalui acara ini, mahasiswa baru Prodi Bahasa dan Sastra Indonesia dibekali motivasi dan pencerahan akan pentingnya menjaga marwah kesantunan dalam berbahasa. Karena bahasa merupakan pembentuk kepribadian dan karakter pemakai bahasanya. Untuk itu, sudah sepatutnya perilaku berbahasa tidak boleh sembarangan,. Berbahasa itu harus baik karena sesuai tempatnya, berbahasa pun harus benar karena pas maknanya. Jika berbahasa ada yang tersinggung, maka keterampilan berbahasa kita ada masalah.

BACA JUGA:  KSEI IsEF SEBI Gelar Rapat Kerja Regional Jabodetabek

“Maraknya ujaran kebencian dan kasus pencemaran nama baik, itu bukti masyarakat kurang peduli terhadap Bahasa Indonesia. Oleh karena itu, mahasiswa UNJ harus menjadi model dalam berbahasa yang santun, baik lagi benar”” ujar Syarifudin Yunus, Ketua IKA BINDO UNJ yang sekaligus Dosen Unindra.

Menyadari pentingnya peran bahasa Indonesia, UNJ bertekad untuk melakukan kajian teks tentang ujaran kebencian secara lebih objektif. Hal ini agar dapat dipahami oleh masyarakat tentang apa dan bagaimana ujaran kebencian terjadi serta dampak buruknya terhadap ilmu bahasa Indonesia. Apapun teks-nya, perilaku berbahasa harus santun dan mencerdaskan.

“Ke depan, kami akan fokus terhadap kajian bahasa yang beredar di masyarakat. Hal ini penting untuk mempertahankan eksistensi bahasa Indonesia sebagai identtas bangsa, di samping bahasa persatuan sekalipun di tengah keberagaman dan perbedaan” ujar Lia Marliana, Kaprodi Bahasa Indonesia FBS UNJ di sela acara.

BACA JUGA:  Unindra Kampanyekan Kompetensi Menulis Ilmiah

IKA BINDO UNJ sebagai organisasi alumni bahasa Indonesia selama ini telah mendeteksi maraknya ujaran dan pertuturan bahasa di media sosial yang sudah salah kaprah, bahkan cenderung menyesatkan. Bahasa seringkali menjadi ekspresi kegelisahan dan kegundahan. Maka ke depan, masyarakat pemakai bahasa harus lebih peduli dan berhati-hati dalam berbahasa, apalgi di media sosial.

“Hari ini dan mungkin di masa ramai politik seperti sekarang, kita semua butuh gerakan sosial untuk menjadikan medsos sebagai sarana kesantunan berbahasa, bukan sarkasme atau ujaran kebencian” tambah Syarifudin Yunus.

Komentar

komentar