Beranda Dunia Kampus Mengenal Jurnalisme Visual Lewat Seminar di GPFest 2017 PNJ

Mengenal Jurnalisme Visual Lewat Seminar di GPFest 2017 PNJ

(Foto: Hana/DepokPos)

DEPOK – Berlokasi di Kampus Politeknik Negeri Jakarta (PNJ), Gedung Jurusan Teknik Grafika dan Penerbitan, acara festival kreatif terbesar di PNJ, GPFest Cakrawala 2017 yang diselenggarakan oleh mahasiswa Teknik Grafika dan Penerbitan berlangsung mulai tanggal 27-29 September 2017.

Hari pertama acara diawali dengan seminar bertemakan “Mengenal Jurnalisme Visual”. Seminar tersebut disampaikan oleh Agung Wibowo dari Kompas dan dimoderatori oleh Djony Herfan sebagai salah satu dosen PNJ.

Dalam paparannya, Agung mengatakan bahwa manusia pada hakikatnya adalah makhluk visual. Sebelum ditemukannya tulisan orang berkomunikasi dengan simbol, image, dan segala macam.

“Tidak itu juga mereka berusaha untuk menemukan satu cara berkomunikasi karena bahasa dimana-mana terjadi tetapi banyak perbedaan dan salah satunya cara dengan menggunakan simbol,” ujar Agung.

BACA JUGA:  Mahasiswa Unindra Optimalkan Menulis untuk Jurnalistik

Definisi junalisme visual secara harfiah yaitu sebuah praktek strategis yang menggabungkan kata-kata dan gambar untuk menyampaikan informasi. Jurnalisme visual juga dapat membantu audiens untuk lebih memahami sebuah informasi yang disampaikan.

Dalam perkembangannya, dunia jurnalistik sudah tidak hanya bisa dipahami dengan bentuk deskripsi tulisan namun dengan bentuk yang lain yakni visual atau gambar.

Tak hanya itu saja, jurnalisme visual di era digital merupakan sebuah penyajian yang tidak lagi hanya sekadar memberikan informasi pada khalayak ramai tetapi menjadi sesuatu yang bisa menarik perhatian pembaca serta membawa mereka larut dalam ketertarikan dengan pengalaman menikmati sebuah artikel yang dibaluti multimedia yang interaktif.

BACA JUGA:  Wakil Depok Juara 1 Startup World Cup, Wali Kota Ucapkan Terima Kasih

Kecenderungan yang terjadi di era digital ini adalah ketergantungan orang akan layar yang sangat tinggi sehingga secara perlahan menggeser peran media cetak. Sudah menjadi tren di zaman sekarang bahwa jumlah tulisan pada sebuah artikel semakin sedikit dan gambar semakin besar atau banyak.

Kompas.com juga memiliki visual interaktif VIK yang merupakan produk yang lahir dari upaya jurnalistik Kompas.com bersama dengan harian Kompas dan Kompas TV (multi-channel) dalam mencari kedalaman, arti, dan perspektif atas suatu peristiwa, disajikan secara naratif yang diperkaya grafis, foto, video, maupun audio (multi-media) untuk memberi warna baru di dunia jurnalistik.

BACA JUGA:  Anak Pengungsi Rohingya: "Apa Kegiatan Anak-anak Indonesia?"

“Seorang visualizer atau apapun yang berhubungan dengan semua desain itu adalah masa depan artinya masa depan ditangan kita semua. Pesan dari sesepuh Steve Jobs bilang desain bukan hanya sekadar bagaimana rasanya atau terlihat indah seperti rupanya tetapi desain itu bagaimana dia bisa berfungsi dengan baik,” pungkasnya. (Hana Nurul Jannah)

Komentar

komentar