Melalui Buku Yuni Shara Sampaikan Pesan dan Makna Kisah Hidupnya

Yuni Shara saat menjelaskan buku ‘waktu terbaik adalah saat ini’ kepada para media dan tamu undangan (foto: BKarmila/DepokPos)

Yuni Shara di tahun 2017 ini melanjutkan dekade perjalanannya yang dituangkan lewat buku terbarunya karya cipta Tamara Geraldine yang berjudul: “Waktu Terbaik Adalah Saat Ini”. Eksplorasi bersama lebih dari lima laki-laki yaitu: Darwis Triadi, Gading Marten, Tompi, Ridho Hafiedz, Rizal “Armada”, Ade “Govinda, Fanfani dan Atan Lemos.

Ditemui di sebuah resto di bilangan Kemang Jakarta Selatan pada Rabu (27/9/2017) sore, Yuni Shara penyanyi lawas, ramah dan cantik ini mengatakan bahwa ia membuat buku “Waktu Terbaik Adalah Saat Ini” sebenarnya karena Yuni tidak mengetahui usianya sampai berapa tahun lagi.

“Di buku ini saya ingin mendedikasikan kepada kedua putra saya, yang hampir melihat ibunya tidak pernah bekerja. Saya membiarkan anak saya dengan rutinitas belajar. Karena anak saya mid-test jadi dia tidak harus hadir, “ujar Yuni yang akrab disapa bunda oleh kedua putranya yaitu Cello dan Kevin.

“Buku ini untuk mereka (kedua putra saya), keluarga saya, dan penggemar saya, buku ini buat para perempuan yang ada di Indonesia, mungkin pengagum terselubung saya dan tersembunyi agar tidak ngumpet-ngumpet melihat foto saya, “kata Yuni tersenyum yang disambut tepuk tangan para undangan yang hadir.

“Jadi ini semua cerita dibalik lensa-lensa, sahabat-sahabat saya bagaimana tentang seorang Yuni Shara nanti semua ada di buku itu saya sendiri tidak tahu komentar tentang saya itu apa karena sama dia (Tamara Geraldine) masih disembunyikan dan saya ucapkan terimakasih. Saya lihat semua hasil fotonya punya taste yang luar biasa, “ucap Yuni bahagia.

Buku Yuni Shara Terbaru berjudul : ” Waktu Terbaik Adalah Saat Ini” (Instagram)

Hal senada dikatakan oleh Tamara Geraldine penulis dan sahabat Yuni ini mengatakan, ” Buku ini saya tulis memang berkonsep, biografi dia punya stigma yang sangat tidak menarik. Siapa yang mau beli buku yang isinya nama piala penghargaan itu tempatnya di lemari. Tapi ketika sebuah cerita potongan hidup yang sederhana dari pemilik biografi yang bisa menggerakkan itu akan dibeli orang itu yang saya kemas,” ungkap Tamara.

Alasan Yuni membuat buku fotografi dibanding autobiografi ia pun menjelaskan, “Sebenarnya itu buku cerita tentang saya tapi bagaimana mengemas sedemikian agar orang tertarik akhirnya dengan bergambar 60% dan cerita dirangkum 40% itu pintar-pintarnya penulis. Buku ini terbit 200 halaman dan saat ini sudah banyak yang membeli, rencana launching buku nanti pada 7 Oktober 2017 di Surabaya, “jelas Yuni lagi.

Buku yang dirangkum dalam sepuluh kisah Yuni Shara adalah rasa ini terdiri sepuluh track yaitu: Hilang Perkaraku, Mengapa Ada Maaf, Kau Selalu Di Hariku, Mutiara Yang Bilang, Jalanku Baik, No Return From Heroes To Zeroes, Sepanjang Jalan Ke Belakang, Kami Jadi Bingung, Tiga (Bukan Hanya) Bidadari, Aku, Yuni, Percaya!
Double Bonus Track: 45 (Ulang) Tahun Lagi. (BKarmila)

Comments

comments