Kerugian Menyimpan Dendam

Ilustrasi.

Pernahkah kita benci terhadap orang yang menyakiti kita?. Seolah-olah orang tersebut penting dalam hidup kita. Setiap kali kita mengingat kesalahanya, maka hati kita menjadi sesak, kecewa, dan marah. Bahkan apabila sudah terpendam lama tidak sedikit dari kita ingin membalasnya. Namun berlaku demikian hanya sia-sia, tidak ada gunanya sama sekali terhadap diri kita sendiri, yang ada hanya menambah kehancuran yang kita rasakan.

Dari situlah islam melarang kebencian, sesungguhnya islam melarang kebencian adalah untuk kebaikan diri kita sendiri. Bahkan islam juga melarang bermusuhan lebih dari tiga hari.

Saudaraku, sesungguhnya mema’afkan itu untuk ketenangan hati kita. Bayangkan saja jika kita tetap keras kepala, enggan mema’afkan sesama, maka dihati kita hanyalah ada kebencian terhadap orang yang menyakiti kita. Mendengar namanya saja sudah muak, apalagi melihat mukanya. Maka dipikir-pikir tidak ada untungnya hal tersebut terhadap kita, yang ada hanyalah kesempitan dihati kita.

Saudaraku, mema’afkan juga bisa menghilangkan sifat dendam. Tahukah wahai saudaraku?, sesungguhnya orang yang menaruh dendam terhadap orang lain sangat dibenci oleh Allah SWT. Dan sifat ini sangat tercela yang akan merugikan pendendam itu sendiri.

Nabi SAW bersabda:
“Orang paling dibenci Allah ialah orang yang menaruh dendam kesumat (bertengkar).” (HR Muslim)

Semoga kita bisa mema’afkan orang lain dengan tulus, meskipun mema’afkan adalah suatu hal yang cukup sulit dan berat untuk kita lakukan.

Ditulis oleh: Delis Nurhasanah (Mahasiswa STEI SEBI)

Comments

comments