Kajian Dasar Selasa IsEF Angkat Tema “Ekonomi yang Dirindukan”

(Dok, IsEF)

Depok – Kelompok Studi Ekonomi Islam (KSEI) di STEI SEBI atau yang biasa dikenal KSEI Islamic Economic Forum (IsEF) telah mengadakan Kajian Dasar perdananya yang bertemakan “Ekonomi yang Dirindukan” pada hari Selasa, 19 September 2017. Kegiatan ini adalah agenda rutin yang diselenggarakan setiap hari Selasa oleh salah satu departemen IsEF, yakni Departemen Scie-Cent.

Dalam tema kali ini membahas tentang dasar-dasar ekonomi Islam yang disampaikan oleh Darihan Mubarak selaku pembicara dan dihadiri oleh Mahasiswa Baru angkatan 2017, serta pengurus IsEF lainnya. Kajian yang berjalan lancar dan berdurasi selama satu jam ini cukup menarik minat peserta yang hadir.

“Seperti yang kita tahu, Ekonomi Islam bukan hanya stag pada tatanan konsep saja. Sebenarnya istilah ekonomi islam belum ada pada zaman Rasulullah saw. Karena pada dasarnya ekonomi di masa Rasulullah berjalan sesuai syariat dan ketentuan islam,” ujar Darihan.

Dalam Ekonomi Islam, terdapat 3 asas yang tidak boleh dilewatkan. Diantaranya yang pertama adalah Kepemilikan harta, karena sebaik-baik harta adalah hartanya orang beriman. Yang kedua, yaitu Pemanfaatan harta. Tidak akan merugi harta seseorang yang dikeluarkan dan dimanfaatkan untuk jalan kebaikan dan dakwah. Yang ketiga Pendistribusian Harta. Islam melarang adanya penimbunan harta, maka dari itu diadakannya lembaga-lembaga yang menerima penyaluran harta bagi orang-orang yang kelebihan harta untuk disalurkan kepada orang-orang yang berhak menerimanya, seperti Zakat, Infaq, dan Wakaf. Karena sejatinya kesejahteraan tidak bisa diukur dengan angka. (NA)

Comments

comments