Beranda Warga Bicara Idul Adha Tak Hanya Tentang Ibadah Qurban

Idul Adha Tak Hanya Tentang Ibadah Qurban

Ilustrasi. (Istimewa)

Idul adha merupakan hari raya yang di peringati oleh seluruh umat muslim dunia, bukan hanya di daerah atau di suatu Negara saja. Diperingati juga sebagai peristiwa Qurban yaitu ketika Nabi Ibrahim diperintahkan oleh Allah untuk mengorbankan Putranya Nabi Ismail As. oleh sebab itu hari raya ini disebut juga dengan idul qurban.

Hari raya ini di peringati setiap tanggal 10 bulan Dzulhijjah. sebelumnya pada tanggal 9 Dzulhijjah ummat muslim bagi yang sedang tidak berada di arafah disunnahkan untuk puasa arafah. sedangkan orang yang melaksanakan haji diwajibkan untuk wukuf atau berdiam diri di arafah. Wukuf juga lah yang membedakan antara haji dan umroh. Karena wukuf hanya di lakukan tepat pada 9 dzulhijjah. Wukuf ini pula yang menjadi puncak dari ibadah haji.

Setelah melaksanakan sholat ied biasanya ummat muslim melanjutkan dengan acara pemotongan hewan qurban yang telah di keluarkan oleh orang-orang yang telah menyisihkan hartanya untuk berqurban.

Pemotongan hewan qurban umumnya dilakukan di Masjid-masjid. Namun hal ini tidak ada ketetapan khusus untuk tempat pemotonganya. Makanya kadang orang-orang lebih memilih untuk memotongnya di RT-RT setempat atau dekat dengan rumah orang yang berqurban.

Pemotongan hewan ini selain mempunyai arti ibadah sebenarnya mempunyai banyak arti lainnya, semisal para tetangga yang mungkin jika hari-hari biasa pada sibuk bekerja hingga tidak sempat menyapa tetangga sebelah. pada kesempatan pemotongan hewan qurban ini mereka saling bahu-membahu untuk mengurus hingga menyalurkan hewan qurban tersebut.

Untung saja syarat hewan qurban itu adalah bahimatul an’am (binatang ternak) seperti yang telah disebutkan dalam Al-Qur’an QS. Alhajj ayat 34. Binatang ternak itu seperti unta, sapi, kambing dan sejenisnya yang telah sesuai dengan syarat-syarat menjadi hewan qurban.

Andai saja di perbolehkan hewan apa saja dan tidak adanya standart aturan untuk hewan qurban, kemungkinan orang-orang akan berqurban seenak mereka. Semisal qurban ayam, kelinci bahkan mungkin qurban perasaan seperti yang di sebutkan anak-anak alay di media sosial.

Qurban ayam misalnya, daging ayam sudah tidak asing lagi bagi semua orang. Setiap hari orang-orang akan menjumpai makanan dari olahan daging ayam tersebut. Oleh sebab itu andai saja ayam di perbolehkan, lalu apa istimenya dari motong ayam?. Orang-orang pun akan berfikir “ah, qurban motong ayam doang saya juga bisa,” akhirnya merekapun enggan untuk berkumpul dan bersilaturrahim dengan tetangganya. Bisa dibayangkan kan?.

Berbeda ketika kita berqurban unta, terutama motong untanya di Indonesia. Saya yakin tidak hanya orang-orang sekitar saja yang akan menyaksikan pemotongannya, bahkan media televisi pun akan ikut-ikutan meliputnya. Tau kenapa? Ya karena ini jarang adanya karena di Indonesia unta hanya ada di kebun binatang tidak untuk di qurbankan. Sesuatu yang tidak biasa pasti akan menjadi hal luar biasa.

Jadi, qurban itu bukanlah hanya sekedar ibadah atas ketaatan kita kepada sang Maha Pencipta, melainkan sebagai upaya sosial kita kepada saudara tetangga terdekat supaya lebih dekat dan akrab. Bukan hanya karena dapat bagian dagingnya tapi juga karena pertemuan antar tetangganya. Selamat hari raya idul adha 1438 H.

Penulis : Hurie (Mahasiswa STEI SEBI)

Komentar

komentar