GSK Investasikan Rp288 Milyar di Indonesia

Hadir dalam konpers dari kiri ke kanan: Moazzam Malik, Michael Tyler, Pawan Sud, Gerard Raymond, dan Cheang Chin wooi. (Foto: BKarmila)

GlaxoSmithKline Consumer Healthcare (GSK) pada Selasa (5/9/2017) pagi, bertempat di LF Beauty Manufacturing Indonesia, Jalan Raya Bogor, Ps. Rebo, Jakarta Timur mengumumkan perjanjian strategis manufaktur dengan Li & Fung Beauty (LFB) untuk memproduksi dan mensuplai produk Sensodyne dengan menambahkan investasi senilai 4 juta Poundsterling (69 Milyar rupiah) di Indonesia. Sejak tahun lalu melalui ekspansi fasilitas manufaktur di Pulogadung dalam 24 bulan terakhir, GSK telah investasi 13,2 juta Poundsterling (228 Milyar rupiah) di Indonesia.

Moazzam Malik, selaku Dubes Inggris untuk Indonesia, ASEAN dan Timor Leste mengatakan dalam konpersnya bahwa, “Investasi yang dimulai hari ini adalah contoh komitmen untuk masa depan Indonesia. Rencana investasi ini berdiskusi antara Presdir GSK yang di Inggris dengan bapak Jokowi waktu beliau berkunjung ke Inggris waktu bulan April 2016. Saat itu ada diskusi GSK dengan masa depan Indonesia, dan ada persetujuan membuat pabrik baru di Indonesia, “jelas Moazzam.

BACA JUGA:  Oki Setiana Dewi Buka Metode Belajar Al-Qur'an dengan Teknik Neuro Nadi

Hal senada dikatakan oleh Pawan Sud, selaku Presdir GSK Consumer Healthcare Indonesia menyatakan, Sensodyne ini adalah pasta gigi untuk sensitifiti, atau untuk kebutuhan gigi sensitif. Elaborasinya, jika ada sesuatu yang panas dan terlalu dingin sampai giginya terasa ngilu. Karena sebenarnya artinya panas dan dinginnya sudah mengenai saraf mungkin bisa dari makanan yang dimakan atau dari minuman yang dikonsumsi.

Lebih lanjut Pawan Sud menambahkan, Sensodyne ini menawarkan formula dengan kadarnya yang lebih rendah sehingga lebih sesuai untuk kebutuhan gigi sensitif. Bicara mengenai potensi pasar yang ada di Indonesia, nampaknya baru sekitar 50% yang sudah faham memenuhi kebutuhan gigi sensitif mereka. Jadi bisa dilihat tingkat kesadarannya cenderung rendah. Tendensi masyarakat Indonesia pergi ke dokter gigi itu, juga masih belum terlalu tinggi.

BACA JUGA:  Hadapi Tantangan Dunia Kerja, Telkomsel Bekali Mahasiswa Jabotabek dengan Sertifikasi Bertaraf Internasional

Oleh karena itu melalui kontrak baru tersebut, Li & Fung Beauty akan membangun fasilitas untuk memproduksi pasta gigi GSK di Indonesia. Dengan luas area 3,700 m² yang berlokasi di jalan Raya Bogor Jakarta Timur. Diharapkan dapat meningkatkan akses yang tepat waktu dan efisiensi pasokan untuk menghasilkan 20 juta unit Sensodyne pada tahun 2020.

Tujuan Sensodyne disini adalah menghadirkan sebuah produk yang berbasis dan berpengetahuan teknologi yang sesuai. Untuk diketahui dalam 4 tahun terakhir bisnis sudah meningkat sebanyak 2 kali lipat untuk Sensodyne pertumbuhan tersebut diperoleh dari minimarket, Hypermarket, maupun dari supermarket. Pangsa pasar untuk pasta gigi Sensodyne secara keseluruhan sudah lebih dari 10%, dan saat ini untuk kategori gigi sensitif mengalami pertumbuhan yang paling cepat.

BACA JUGA:  Medina, Foodware Halal Pertama di Indonesia Ajak Buah Hati Asah Kreatifitas Melalui Lomba Mewarnai

Rencana ke depan tentunya terus berinovasi di Indonesia. Rencananya akan menghadirkan varian baru dengan teknologi yang lebih mumpuni dan tentu saja relevan dengan kebutuhan lokal. Di Indonesia GSK ini termasuk yang memimpin sama juga di beberapa pasar-pasar lain. Artinya bagaimana itu diterjemahkan dalam kegiatan mereka disini, materi komunikasi seperti iklan kemudian materi komunikasi di media digital itu khusus diciptakan untuk Indonesia. (Bkarmila)

Komentar

komentar