Bulan Muharram dan Keutamaannya

Muharram secara bahasa artinya diharamkan. Sesuai artinya bulan Muharram termasuk ke dalam bulan-bulan haram dalam agama islam, selain bulan Rajab, Dzulhijjah, dan Dhulqadah. Menurut Abu Amr Ibn Al Alaa bulan ini dinamakan bulan Muharram karena pada bulan ini Allah mengharamkan peperangan. Bulan Muharram adalah bulan yang istimewa. Bulan ini adalah bulan yang mulia setelah bulan Ramadhan.

Lalu apa sajakah keistimewaan bulan Muharram? Salah seorang ahli tafsir dari kalangan tabi’in yaitu Qatadah bin Di’amah Sadusi Rahimahullah menyatakan “Amal soleh lebih besar pahalanya jika dikerjakan di bulan-bulan haram sebagaimana kezhaliman di bulan-bulan haram lebih besar dosanya dibandingkan dengan kezhaliman yang dikerjakan di bulan-bulan lain meskipun secara umum kezhaliman adalah dosa yang besar”. Allah juga memberi nama bulan ini syahrullah yang artinya bulan Allah dan juga dapat disebut syahrullah al asham (bulan Allah yang sunyi). Begitu mulianya bulan ini sehingga tidak boleh ada sedikit pun konflik yang terjadi pada bulan ini. Pada bulan ini juga terdapat satu hari yang sangat dimuliakan oleh para umat beragama, yaitu hari asyura. Orang Yahudi memuliakan hari asyura, karena pada hari itu hari kemenangan Nabi Musa as bersama bani israil dari kesewenangan Fir’aun dan bala tentaranya.

Mengingat pahala yang berlipat ganda bila kita mengerjakan amalan sholeh dibulan haram seperti bulan Muharram ini, ada beberapa amalan yang sangat rugi bila kita tidak mengerjakannya. Salah satu yang sangat dianjurkan adalah puasa sunah asyura. Yaitu puasa sunah yang dikerjakan pada tanggal 10 bulan Muharram. Bahkan orang Yahudi pun menjalankan puasa ini. Maka dari itu ada pendapat yang mengatakan akan lebih baik jika kita berpuasa pada tanggal 9, 10, 11 Muharram atau tanggal 9 sampai 10 Muharram dan 10 sampai 11 Muharram. Seperti hadist yang berbunyi “puasalah pada hari Asyura dan berbedalah dengan Yahudi dalam masalah ini, berpuasalah sehari sebelumnya atau sehari sesudahnya” (HR. Imam Ahmad, Ibnu Khuzaimah, dan Baihaqi). Walaupun jika berpuasa pada tanggal 10 saja tidak ada yang melarang.

Sangat disayangkan jika kita sampai pada bulan Muharram tetapi melewatkannya begitu saja. Tidak ada satu pun amalan yang kita kerjakan. Padahal begitu banyak pahala yang dapat kita peroleh pada bulan ini. Sebagai seorang muslim yang cerdas, marilah kita memanfaatkan waktu dengan sebaik mungkin pada bulan ini. Berlomba-lombalah dalam kebaikan agar dapat meraih cinta Allah SWT. (Meilin Afifah)

Comments

comments