Bagaimana Agar Angkutan Umum Bisa Menjadi Solusi dan Disukai Masyarakat?

Ilustrasi.

Angkutan umum adalah salah satu media transportasi yang digunakan masyarakat secara bersama-sama dengan membayar tarif. Dan juga fasilitas dan kenyamanan dirasakan bersama pula. Berbeda dengan orang-orang yang menggunakan angkutan pribadi yang mengutamakan privasi dan kenyamannya. Oleh karena itu banyak masyarakat Indonesia yang menggunakan angkutan pribadi. Dengan itu, banyak masalah yang terjadi karena peningkatan kendaraan dan menimbulkan kemacetan dimana-dimana. Belum lagi karena fasilitas jalan raya yang sempit atau kurangnya jalan alternatif lainnya, dan juga menimbulkan polusi atau pencemaran udara yang dapat mengganggu aktivitas masyarakat.

Jika kita sebagai masyarakat mengurangi kebiasaan untuk menggunakan keandaraan pribadi, permasalahan tersebut dapat terpecahkan yaitu dengan menggunakan angkutan umum. Dengan cara tersebut, kita dapat mengurangi peningkatan kendaraan dimasyarakat dan juga mengurangi kemacetan yang terjadi. Dengan mengurangi menggunakan angkutan pribadi dan beralih memakai angkutan umum dapet mengurangi zat-zat polusi yang dikeluarkan dari kendaraan-kendaraan yang ada karena satu kendaraan umum dapat mengangkut lebih dari satu penumpang. Misalnya, dengan menggunakan kereta api dapat mengangkut hingga 500 penumpang, dan dengan menggunakan bus dapat mengangkut hingga 40 penumpang. Artinya, dengan menggunakan angkutan umum dapat mengurangi polusi yang ada dan dapat memecahkan masalah yang terjadi.

Namun, tak banyak angkutan umum yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat, khususnya angkutan umum daerah Banten. Dilihat dari kenyamanan dan fasilitas yang diberikan dari operator bus tersebut kepada penumpang dan juga tarif yang berbeda-beda setiap bus. Misalnya, saya biasanya pergi ke Tangerang menggunakan bus jurusan Kali Deres dan turun di Kebon Nanas, Tangerang. Biasanya saya memakai bus ber ac dan lumayan nyaman dengan tarif Rp 23.000 dan harga tetap normal walaupun arus balik mudik. Saat itu saya kehabisan bus tersebut, dan menggunakan bus yang tidak ber ac dan ternyata tempat duduknya penuh sehingga saya harus berdiri di bus tersebut dengan tarif yang lumayan mahal yaitu, Rp 40.000 kenaikan tarif bus tersut karena sedang arus balik mudik. Banyak penumpang yang protes dengan tarif yang mahal tersebut dan tidak sesuai dengan fasilitas yang diberikan kepada penumpang. Banyak penumpang yang kesal, namun mau gimana lagi semuanya ingin sampai di tempat tujuan dan daripada tidak mendapatkan bus untuk ke tempat tersebut.

Saya ironis dengan kejadian tersebut. Kenapa di Banten tidak mengikuti seperti sistem transportasi umum yang di daerah jabodetabek? Dengan kenyaman dan fasilitas yang baik dan tarif yang murah dan sama. Sehingga masyarakat senang dan nyaman menggunakan kendaraan umum dan dengan ini mengurangi peningkatan jumlah kendaraan juga mengurangi kemacetan. Pernah terbesit dipikiran saya, mengapa pemerintah atau departemen perhubungan Banten tidak membuat kebijakan terkait tarif kendaraan umum dan fasilitas yang diberikan kepada masyarakat yang nantinya untuk kesejahteraan masyarakat juga. Dari kejadian ini adanya titik temu dari kepentingan operator angkutan umum yang ingin mendapatkan keuntungan semaksimal mungkin dengan penggunaan jasa angkutan yang menginginkan pelayanan sebaik mungkin dengan tarif yang terjangkau.

Jadi, menurut saya pemerintah harus membuat kebijakan dan mengendalikan tarif untuk menyeimbangkan kepentingan operator angkutan umum yang ingin mendapatkan keuntungan semaksimal mungkin dengan penggunaan jasa angkutan yang menginginkan pelayanan sebaik mungkin dengan tarif yang terjangkau. Dan pemerintah memberikan subsidi kepada operator angkutan umum yang nantinya diarahkan untuk sistem dan pelayanan yang baik untuk masyarakat. Dan nantinya jangan lupa untuk mensosialisasikan, mengedukasikan, dan mengajak masyarakat untuk menggunakan transportasi umum sebagai solusi untuk mengurangi jumlah kendaraan, kemacetan yang terjadi dan mengurangi polusi. Jadi tingkatkan kesejahteraan masyarakat untuk menciptakan masyarakat yang madani.

Ditulis oleh: Sofwah Khalqiyah.

Comments

comments