Wanita Era 45 Hingga Milenia

(Istimewa)

Perempuan.. Ketika kecil ia menjadi anak yang disayang. Menginjak dewasa ia dipinang. Menjadi seorang isteri, ia mengandung lalu mempunyai anak dan menjadi seorang ibu.

Anak-anak yang lahir dari rahimnya itulah menjadi penerus kehidupan. Ia lembut namun tidak lemah. Tangan kirinya membelai buaian, dan tangan kanannya ia guncangkan dunia.

Ir. Soekarno berkata, kalau perempuan itu baik, maka jayalah negara. Tetapi kalau perempuan itu buruk, maka runtuhlah negara. Dari perkataan beliau sangat tergambar betapa besar peran seorang perempuan.

Jika kita bercermin pada masa lampau, sejarah emas Indonesia pun tidak luput dari goresan perjuangan para perempuan. Mereka membantu berjuang sebagai tenaga medis, bagian keuangan bahkan mencarikan senjata. Meskipun didominasi oleh nama pahlawan laki-laki namun ada beberapa pahlawan perempuan yang setidaknya kita kenal, diantaranya Martha Christina Tiahahu, Cut Nyak Meutia, Cut Nyak Dhien, R. A. Kartini, dan Dewi Sartika.

Peran perempuan dalam kehidupan sehari-hari sangatlah penting. Selain berperan sebagai ibu dan istri yang sudah merupakan kodrat seorang perempuan yang telah berumah tangga. Kehidupan wanita terus berkembang sesuai dengan perkembangan dan tuntutan zaman. Perempuan turut ikut serta membawa perubahan yang tidak sedikit bagi perkembangan bangsa Indonesia.

BACA JUGA:  Viral! Aksi Siswa SMP Naik Tiang Bendera Saat Upacara Kemerdekaan

Pada masa perjuangan, ruang gerak perempuan sangat terbatas ia dianggap hanya patut mengurusi urusan dapur, sumur dan kasur. Media yang tersedia saat itu masih sangat terbatas. Ketika ada seorang yang berusaha belajar, ia dianggap melakukan hal yang diluar kebiasaan bahkan ditentang. Padahal perjuangannya adalah untuk belajar agar ia bisa menjadi ibu yang baik dan mampu mendidik anak-anaknya menjadi cerdas dimasa mendatang, seperti yang dilakukan R.A. Kartini.

Sejarah terus bergulir, dan saat ini kita patut bersyukur karena di negara kita, sejak dulu laki-laki dan perempuan bersama melawan penjajah demi merebut keadilan bagi bangsa Indonesia. Bahkan dalam pemilu pertama perempuanpun diikutsertakan. Maka pembahasan tentang emansipasi sebenarnya sudah selesai di negara kita ini.

Di era sekarang, media sangat mudah ditemukan. Perjuangan seharusnya lebih mudah dan perempuan bisa lebih banyak berperan didalam kehidupan. UU yang berkenaan langsung dengan perempuanpun sudah banyak yang diberlakukan. Diantaranya disetiap DPRD harus ada 30% perwakilan perempuan. Pun ketika seorang perempuan bekerja, peraturan mengenai cuti kelahiran juga terus diperbaiki.

BACA JUGA:  Bambang Widjojanto Bangun Integritas Pemuda di Sociopreneur Camp 2018

Perempuan memang sangat kuat. Bahkan bisa dikatakan seorang perempuan bisa hidup tanpa laki-laki, tapi seorang laki-laki tidak bisa hidup tanpa perempuan. Namun, tentu tidak juga akhirnya membenci laki-laki dan tidak mau sama sekali menjalani kehidupan bersamanya dalam ikatan pernikahan. Pernikahan itu suatu keharusan, selain untuk menjaga eksistensi kehidupan manusiawi dengan memiliki keturunan juga terdapat nikmat saling berkasih sayang didalamnya. Yang secara psikologis manusia membutuhkan hal tersebut.

Perjuangan kemerdekaan bangsa Indonesia tentu belumlah selesai. Ir. Soekarno berkata “Perjuanganku lebih mudah karena mengusir penjajah, perjuanganmu akan lebih sulit karena melawan bangsamu sendiri.” Mempertahankan memang lebih sulit daripada meraihnya. Indonesia bisa saja dijajah kembali, bahkan kita rasakan saat ini banyak penjajahan secara tidak langsung terhadap bangsa kita. Baik dari segi ekonomi, sosial, budaya dan politik. Bangsa kita sangat kaya, maka banyak tangan yang ingin merongrong kekayaan bangsa ini.

BACA JUGA:  Gempa Lombok, Dompet Dhuafa Akan Bangun RS Lapangan dan Layanan Kesehatan Darurat

Kita juga menyadari bahwa populasi perempuan semakin banyak, bahkan melebihi populasi laki-laki. Maka, dalam mempertahankan kedaulatan dan kemerdekaan Indonesia tak bisa lepas dari peran perempuan.

Mulai dari keluarga, jadilah seorang ibu yang cerdas dan memahami bagaimana seharusnya mendidik anak dengan baik. Agar anak-anak kita mampu menjadi generasi penerus bangsa dan menjadikan Indonesia lebih baik. Dalam kiprah kehidupan, perempuan bisa juga terjun ke dunia politik, ekonomi, organisasi sosial dan masih banyak lagi.

Terakhir, kemerdekaan sudah termaktub dalam sejarah Indonesia maka tugas kita adalah menjaganya. Sebagai rasa syukur dan terima kasih kita hingga kita bisa menghirup udara segar kemerdekaan sampai hari ini. Ingatlah, tidak ada peradaban yang tidak disiapkan maka persiapkanlah dirimu. Hidup Perempuan Indonesia!

Ditulis oleh : Widya Putri

Comments

comments