Tingkatkan Kualitas Riset, FMIPA UI Gelar Temu Ilmiah Internasional

(Foto: ui.ac.id)

Tingkatkan kualitas dan kuantitas riset, FMIPA UI menyelenggarakan Basic and Applied Science Interdisciplinary Conference (BASIC 2017) In conjunction with “2nd International Science and Mathematics in Academic Research Talks (2nd ISMART 2017) and “Life and Environmental Sciences Academic Forum (LEAF 2017)” pada 18-19 Agustus 2017.

Kegiatan yang didukung oleh Komisi Ilmu Pengetahuan Dasar-Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia (KIPD-AIPI) ini merupakan pertemuan ilmiah terpadu antardisiplin (Matematika, Fisika,Geosains, Kimia, Biologi dan Lingkungan).

Mengusung tema “Interdisciplinary basic sciences research leading to advance knowledge towards sustainability”, pertemuan ilmiah internasional antar-bidang sains dasar ini dihadiri oleh para pelaku riset (dosen, mahasiswa, peneliti dari institusi riset) dari dalam negeri dan luar negeri.

BACA JUGA:  Ini yang Membedakan PPDB 2018 dengan Tahun Lalu

Hadir sebagai Keynote Speaker Prof. Chris Margules (James Cook University , Australia Biodiversity conservation), Abidin Kaya,Ph.D. (Bursa Orhangazi University, Turkey Research interest), Prof. Dr. Daniel Murdiyarso Dr. Nicole de Voogdh (Naturalis Biodiversity Center, The Netherlands), Prof. Dr. Daniel Murdiyarso (AIPI), Prof. Dr. Sri Widiyantoro (AIPI), dan Prof. Dr. Endang Sukara (AIPI).

Dekan FMIPA UI, Abdul Haris dalam sambutannya berharap BASIC 2017 dapat menjadi satu perwujudan media komunikasi interdisiplin bagi para akademisi dan pelaku riset. Kerja sama antara peneliti atau institusi dapat berjalan dengan baik, hal ini penting dilakukan demi meningkatkan kualitas dan kuantitas riset yang dihasilkan.

BACA JUGA:  Disdik Imbau Orang Tua Peserta PPDB Gunakan Jalur Pendaftaran Resmi

Pertemuan ilmiah ini mendorong terbentuknya atmosfir akademik yang kritis dan kondusif serta budaya menulis artikel ilmiah. Dengan terselenggaranya pertemuan ilmiah internasional bidang MIPA diharapkan artikel-artikel yang dipresentasikan dapat diterbitkan di jurnal ilmiah maupun prosiding yang terindeks di badan pengindeks internasional seperti Scopus atau Web of Sciences (WoS).

Comments

comments