Pemkot Akan Perbaiki Sistem Gaji PHL

Ilustrasi. (Istimewa)

DEPOK – Pemerintah Kota Depok melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Depok akan menerapkan sistem transfer dalam menggaji ratusan Pegawai Harian Lepas (PHL) yang bekerja sebagai sopir truk sampah maupun pesapon. Dengan perbaikan sistem gaji tersebut, manajemen DLHK menjadi lebih transparan dan mudah diawasi.

Kepala Bidang Kebersihan DLHK Kota Depok, Kusumo mengatakan, selama ini gaji para PHL dilakukan secara manual. Mulai bulan depan, DLHK akan mengupayakan untuk menggaji PHL via transfer, tentunya dengan menggandeng BJB sebagai penyedia layanan.

BACA JUGA:  Rumah Zakat Kirim 30 Ton Paket Superqurban dan 15 Truk Bantuan Logistik untuk Palu - Donggala

“Kami juga akan bekerja sama dengan BJB sebagai penyedia layanan, nantinya para PHL bisa menggambil gaji melalui teller maupun ATM,” ujar Kusumo, beberapa waktu lalu.

Dia menambahkan, sistem ini telah direncanakan dari jauh-jauh hari, namun memang masih dalam proses, sehingga pelaksanaannya sampai saat ini belum bisa direalisasikan. Kusumo menyebutkan, dengan sistem penggajian melalui bank, setiap laporan uang keluar dan masuk akan terinci dengan jelas.

“Ini juga sebagai langkah agar tidak ada dugaan penyalahgunaan. Kemarin, beberapa sopir mengatakan uang lembur belum dibayar. Padahal, sudah kami bayarkan berbarengan dengan gaji mereka. Selama ini memang manual, dan tidak ada penjelasan ketika sopir menerima gaji. Sistem ini juga yang akan kita perbaiki,” jelasnya.

BACA JUGA:  Kota Depok Boyong 61 Medali di Porda Jabar 2018

Selain akan menerapkan sistem transfer dalam penggajian, kata dia, pihaknya juga akan menjalankan kegiatan briefing dengan para PHL yang akan diterapkan satu bulan sekali. Hal ini dilakukan agar tidak ada kesalahpahaman dalam penyampaian informasi.

“Peraturan ini kami buat untuk memperbaiki manajemen yang selama ini dirasa kurang maksimal. Mudah-mudahan para PHL merasa terbantu dan puas dengan peraturan yang rencananya akan diaplikasikan mulai bulan depan,” tutupnya.

Comments

comments