Kurangi Rokok, Kurangi Kemiskinan

Sebanyak 1.127 orang meninggal setiap hari akibat rokok. Demikian dikatakan Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia, Tulus Abadi, mengutip hasil survei Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia tahun 2007. Angka tersebut diperoleh dari angka kematian akibat rokok di Indonesia setiap tahun yang mencapai 405.720 orang. Artinya setiap jam sekitar 46 orang meninggal akibat rokok.

Berbagai kebijakan diambil oleh pemerintah untuk mengendalikan konsumsi rokok, diantaranya dengan menaikkan cukai rokok, sehingga harga rokok dari tahun ke tahun terus meningkat. Pemerintah terus berusaha menaikan cukai yang diharapkan dapat menurunkan konsumsi rokok masyarakat secara efektif. Di sisi lain program pengentasan kemiskinan dilakukan dengan cara menaikkan pendapatan mereka. Namun, kenaikan pendapatan tersebut diduga akan diikuti kenaikan konsumsi rokok rumah tangga

Terbukti saja, dari data BPS urutan paling besar pengeluaran makanan rata-rata perkapita dipedesaan tahun 2011-2014 tembakau bukan nya mengalami penurunan malah meningkat setiap tahunnya.

Begitu pula dengan jumlah pengeluaran untuk konsumsi rokok tersebut jauh lebih besar dibandingkan dengan pengeluaran makanan untuk kebutuhan pemenuhan nutrisi dan gizi bagi keluarga, yaitu dengan rata-rata 18.26% pengeluaran untuk rokok, 26,14% untuk padi-padian,14.9% untuk ikan,15.06% untuk sayur-sayuran dan 47,9% untuk konsumsi bahan pengeluaran jadi. anggaran rokok menempati di urutan ke 3 setelah makanan jadi dan padi-padian.

Pada tahap inilah dapat terlihat share masing-masing komoditi makanan di atas terhadap tingkat kemiskinan. “Ketika seseorang yang dikatakan miskin ini mengkonsumsi rokok, ada kemungkinan Ia menjadi tidak miskin apabila mengalihkan pengeluarannya untuk rokok menjadi pengeluaran untuk komoditi makanan yang memiliki kilokalori”. (suryamin)

Mungkin jika masyarakat indonesia lebih sadar kembali akan bahaya mengkonsumsi rokok dan lebih mengutamakan konsumsi makanan yang lebih pokok dan lebih sehat, bisa jadi masyarakat indonesia akan lebih sedikit orang yang sakit dan lebih banyk orang yang tidak miskin lagi. Fakta saat ini meunjukkan bahwa orang yang mengkonsumsi rokok belum sadar akan pentingnya kesehatan. Semakin banyak orang yang sadar akan kesehatan, semakin banyak pula orang yang akan berhenti untuk merokok.

Mari kita bangun bangsa ini dengan masyarakat sehat yang produktif dan berantas kemiskian salah satunya dengan mengatur pola pengeluaran konsumsi kita ke kebutuhan yang lebih penting. Yuk .. kurangi rokok dari sekarang. sayangi tubuhmu, hindari rokok hari ini, sepakat ?

Penulis : Melati Anjaswati / STEI SEBI

Comments

comments