Beranda Nasional Kopi Gayo Aceh, Digemari Hingga Manca Negara

Kopi Gayo Aceh, Digemari Hingga Manca Negara

Ilustrasi. (Istimewa)

Berdasarkan data statistik provensi Aceh memiliki sekitar 125.004 Ha tanaman kopi. Adapun jumlah produksi pada tahun 2013 jumlah kopi mengalami peningkat sekitar 48.282 ton per-tahun dapat diproduksi, pada tahun 2014 sekitar 54.900 ton. Dalam perkembangannya, sektor pertanian pada tahun 2015 mampu memberi kontribusi Rp.434.476,10 miliar dari total PDM nasional sebesar Rp.2.982.562,00 miliar, jadi kontribusi pertanian sebanyak 14,75% dari PDM, Dan ditahun 2016 mampu memproduksi 56.325 ton dan pada tahun 2017 dapat diestimasikan sekitar 57.000 ton lebih lebih, produksi kopi arabika seluruhnya dipasarkan untuk kebutuhan konsumen dalam negeri dan diluar negeri yang masih pangsa pasarnya masih terbuka. Untuk perkebunan kopi Arabika masa panen mulai dari bulan April hingga oktober, November, Desember.

Kopi merupakan tanaman yang spesial dikalangan masyarakat Indonesia. Hal ini membuktikan Kopi adalah salah satu andalan komoditi perkebunan daerah dataran tinggi Gayo ibukota Takengon. Daerah Gayo terletak diprovensi Nanggroe Aceh Darussalam yang berada di kabupaten Aceh tengah, Bener meriah, Gayo lues, pulau Sumatra, dengan penghasilan kopi terbanyak.

BACA JUGA:  Gelar Lomba Medsos Di LT-V, Kwarnas Ingin Hindarkan Hoax dan SARA

Kopi Gayo sudah terkenal sejak tahun 1908, dan sangat digemari hingga mancanegara berbagai macam penghargaan pun sudah didapatkan sehingga semakin menambahnya ke eksistensinya seperti salah satunya yaitu penghargaan kopi terbaik dan jenis kopi kelas dunia dari salah satu kopi termahal dari organisasi Speciality Coffee association Of Amerika (SCAA) di Portland, Oregon Convention Center Amerika dan kopi arabika Gayo dianugerahi mendali perak dalam katagori “sweet fruity” atas dukungan uni Eropa. Pada tanggal 6 April 2017 kembali berpartisipasi untuk ketiga kali pada seoul coffe expo 2017, kopi arabika Gayo mendapatkan peliputan utama media dan merupakan kopi terbaik diindonesia di Cenvontion And Exhibition Center (coex), Seoul, Korea Selatan.

BACA JUGA:  Meramu Obat Tradisional Dilombakan di LT-V Gerakan Pramuka

Oleh karena itu Peran dan peluang kopi Arabika Gayo ini sangat penting dalam perekonomian masyarakat, khususnya lapangan pekerjaan dan sumber pendapatan masyarakat dataran tinggi Gayo.

Kopi Arabica Gayo memilliki ciri khas yang berbeda dari kopi lain karena kualitas aroma dahsyat dan cita rasa kuat namun tak terlalu pahit kopi, kenikmatan yang tidak biasa tertandingi, disamping itu juga dapat memberikan dampak positip terhadap kesehatan, dapat menghilangkan rasa kantuk. tanaman kopi Gayo dijadikan perkebunan oleh orang Gayo, bahkan sejak zaman masa penjajah, sehingga wajar dikatakn oleh orang Gayo dalam kutipan filem aroma of heven ‘’berbicara kopi Gayo adalah berbicara perutnya orang Gayo, orang Gayo sekolah dengan kopi, makan dari kopi, kasarnya meninggal harus dengan dari kopi’’.

BACA JUGA:  Menuju Kemandirian Masyarakat, Rumah Zakat Salurkan Bantuan Modal dan Sarana Usaha

Dan jangan heran berkunjung ke provensi Aceh tengah hampir setiap rumah memiliki persedian kopi karena kebiasaan dan etnis masyarakat yang selalu memuliakan tamu, oleh karena itu buat kalian yang punya kesempatan ke provensi Aceh, jangan lupa mampir dan menyambangi kebun kopi arabika di provensi Aceh Tengah, Bener meriah, Gayo lues, anda biasa melihat hambaran kebun kopi dan langsung melihat proses pengelolahan mulai dari menanam tanaman kopi sampai menjadi sebuah bubuk kopi arabika Gayo dan pastikan pula untuk mencicipi kopi arabika Gayo dan menikmati suasana udara yang sejuk dan bebas polusi. (Triana Rebeta)

Komentar

komentar