Kendalikan Amarah dan Tetap Berprasangka Baik

Ilustrasi. (Istimewa)

Baru-baru ini kita kembali digemparkan dengan berita suatu kejadian yang sangat memilukan juga tragis, Seseorang harus kehilangan hidupnya dengan cara dibakar hanya karena diduga mencuri sebuah amflier milik masjid. Sekumpulan manusia yang jelas punya hati itu tega membakar saudaranya sendiri. Kekerdilan hati manusialah yang membuat mereka mampu melakukan hal-hal yang jauh dari manusiawi. Bermula dari prasangka buruk yang dibelut dengan kemarahan. Prasangka buruk atau dapat disebut dengan suudzon memiliki lawan yaitu Husnudzon.

Berhusudzon adalah berbaik sangka. Berbaik sangka merupakan bisikan jiwa yang dapat diwujudkan melalui perkataan dan perbuatan. Berprasangka baik dan berpikiran positif terhadap segala sesuatu walaupun terlihat membebani juga buruk. Dengan membiasakan diri berhusnudzon seseorang tidak akan mudah menuduh orang lain atas sesuatu yang belum jelas betul kebenarannya. Bersangka baik membuat diri lebih nyaman dalam menjalani hidup, ketika terjadi sesuatu ia segera mengkoreksi dirinya sendiri, jauh dari penyakit hati dan merusak pikiran. dan tidak gegabah dalam mengambil keputusan dan tindakan. Berprasangka baik pun tidak hanya kepada orang lain, namun juga terhadap segala sesuatu, terhadap Allah juga diri sendiri. Berhusnudzon dapat dimulai dengan ;

  • Selalu tulus
  • Merasa senang ketika orang lain mendapat kebahagian atau keberhasilan
  • Menunjukan rasa iba atau simpati terhadap oranglain, ketika mendapatkan musibah atau kesulitan kembalikan kepada allah, sabar dan segera koresi diri.
  • Menerima kekurangan dan kelebihan bersama-sama

Mari kita mulai perubahan sejak dari diri kita sendiri sedari kini. Dengan memulai untuk melatih hati kita, pikiran kita dengan berhusnudzon, dan akan kau temukan hatimu lebih baik. (Elycia Mayka Shalsabella)

Comments

comments