Kadishub Depok Kaji Kemungkinan Jalan Arief Rahman Hakim Satu Arah

Kadishub Kota Depok, Gandara Budiana bersama Wali Kota Depok Mohammad Idris saat memantau uji coba Jalur SSA beberapa waktu lalu. (Foto: Diskominfo)

DEPOK – Pemerintah Kota Depok sudah memulai iji coba penerapan jalur dengan Sistem Satu Arah (SSA) pada dua ruas jalan utama di Kota Depok yang dimulai sejak Sabtu (29/7). Secara umum, uji coba tersebut berjalan dengan lancar, namun dibeberapa titik justru menimbulkan kemacetan baru.

Titik kemacetan baru yang dimaksud adalah merupakan imbas dari diterapkannya SSA, di beberapa titik diluar jalur SSA seperti di Jalan Margonda tepat di depan Balaikota Depok hingga pertigaan Ramanda, terjadi kepadatan kendaraan. Penumpukan lebih parah justru terjadi di Jalan Arief Rahman Hakim (ARH) arah Jalan Nusantara.

BACA JUGA:  Pendidikan Karakter pada Anak Berkebutuhan Khusus

Menyikapi hal tersebut, Kepala Dinas Perhubungan Kota Depok, Gandara Budiana mengatakan pihaknya telah menerima banyak masukan termasuk dari masyarakat yang terkena imbas secara langsung.

“Kita terus menerima masukan-masukan juga, jadi banyak juga pemikiran dan masukan dari warga masyarakat. Kita masih menganalisa kemungkinan tersebut,” jelas Gandara kepada DepokPos saat ditemui di area masjid Balaikota Depok seusai shalat Jum’at, (4/8).

Lebih lanjut Gandara mengatakan bahwa kemungkinan tersebut bisa saja diterapkan pada sisa waktu ujicoba, tergantung nanti hasil analisa dan evaluasi berkala yang selalu dilakukan selama diberlakukannnya uji coba SSA ini.

BACA JUGA:  HUT Depok ke-19, Ini Rangkaian Acara yang Akan Digelar Pemkot Depok

“Kekurangan dan kelebihan di ARH sebisa mungkin kita perbaiki. Dari masukan-masukan inilah kita akan analisa bagaimana kemungkinan-kemungkinan yang bisa menjadi solusi. Tidak menutup kemungkinan nantinya ARH juga akan dbuat satu arah, cuma kan kita analisa dulu dari evaluasi berkala ini,” tegas Gandara.

Pantauan DepokPos di beberapa titik diluar jalur SSA, penumpukan didepan Balaikota Depok hingga terminal dan pertigaan Ramanda terjadi karena tidak teraturnya Angkutan Kota (Angkot) di pintu Terminal Depok. Masih banyak angkot yang berhenti atau ngetem didepan terminal hingga membuat arus semakin tersendat.

BACA JUGA:  Kajian IsEF Usung Tema “Mengkaji Fatwa DSN MUI No. 116 Tentang Uang Elektronik”

Ditambah dengan meningkatnya volume kendaraan yang melintas jalur tersebut akibat diberlakukannya SSA sementara tikungan ke arah Jalan ARH hanya mampu dilalui satu jalur kendaraan. Penyempitan (neck bottle) tersebut mengakibatkan antrian kendaraan yang akan melintas Jalan ARH. (San)

Comments

comments