Beranda Ekonomi Syariah Hidup Berkah Bersama Ekonomi Syariah

Hidup Berkah Bersama Ekonomi Syariah

Ilustrasi.

Berbicara soal ekonomi syariah, rasanya akan banyak sekali aspek yang akan dibahas salah satunya yaitu soal menyoal Ekonomi yang merupakan tulang punggung dari kehidupan bernegara. Ekonomi syariah adalah sistem perekonomian yang ditawarkan oleh para penggiat bisnis di Indonesia. Untuk mengganti sistem perekonomian yang kini banyak dipenuhi riba. Sedangkann islam sangat mengharamkan adanya ribawa.

Islam adalah satu-saya agama yang mengatur seluruh aspek kehidupan manusia dimuka bumi ini. Di dalam Al-Qur’an telah dijelaskan tentang aturan-aturan penggunaan sistem ekonomi yang baik. Selain aturan-aturan dalam Al-Qur’an, Rasulullah saw juga telah memberikan contoh penggunaan sistem ekonomi yang sesuai dengan syariat islam.

Penerapan sistem ekonomi syariah akan memberikan maslahah bagi masyarakat luas. Semakin banyak maslahah yang diberikan maka kehidupan masyarakat makin sejahtera. Sistem ekonomi syariah juga mengajarkan tentang tegaknya nilai-nilai keadilan, kejujuran, transparansi, anti korupsi dan anti eksploitasi. Artinya, misi utama ekonomi syariah ialah tegaknya nilai-nilai akhlak moral dalam aktivitas bisnis baik individu, perusahaan ataupun Negara.

Ekonomi syariah adalah sistem ekonomi yang sangat sempurna, karena islam telah mengaturnya secara menyeluruh. Sistem ekonomi syariah sangat berbeda dengan sistem ekonomi yang saat ini banyak di terapkan oleh negara-negara maju maupun berkembang. Sistem ekonomi yang dianut saat ini cenderung mengarah pada sistem ekonomi liberal dan kapitalis yang hanya menguntungkan golongan tertentu saja. Sedangkan sistem ekonomi syariah mengarah pada kemaslahatan semua umat manusia dimuka bumi ini.

BACA JUGA:  Problematika Manajemen Bank Syariah dan Solusinya

Sistem ekonomi islam sangat berbeda dari sistem perekonomian kapitalisme maupun sosialisme. Dalam ekonomi syariah tujuan yang ingin dicapai adalah falah sedangkan dalam ekonomi kapitalis dan sosialis tujuannya adalah keuntungan duniawi semata. Sistem ekonomi syariah adalah sistem ekonomi yang mampu memberikan keadilan dan kesejahteraan bagi masyarakat. Sehingga penerapan ekonomi syariah akan membentuk keselarasan dalam masyarakat.

Orientasi dari sistem ekonomi sosialis dan kapitalis adalah keuntungan dunia. Untuk mendapatkan keuntungan yang banyak, maka setiap individu akan menghalalkan segala cara untuk mendapatkan keuntungan yang diinginkannya. Seperti halnya pada teori produksi konvensional dimana produsen mengeluarkan modal yang serendah-rendahnya, namun mengiginkan keuntungan yang setinggi-tingginya. Dengan melihat teori tersebut berarti produsen hanya mementigkan kepentingan pribadi dan tidak melihat kepentingan dari sisi konsumen. Sehingga tidak akan tercipta kesejahteraan dalam masyarkat.

BACA JUGA:  Solusi Problematika Manajemen SDM Bank Syari’ah

Ekonomi islam merupakan salah satu ikhtiar kita untuk mendekatkan diri dan mencari ridho Allah SWT. ekonomi islam tidak hanya mengejar keuntungan dunia saja, tapi keuntungan akhirat juga, sehingga keduanya akan seimbang. Setiap kegiatan dalam ekonomi syariah selalu mempertimbangkan seberapa besar mashlahah yang akan didapatkan. Semakin banyak mashlahah yang dapat diberikan maka akan semakin baik dan akan terus dilalakukan. Sebaliknya jika mashlahah yang di berikan kecil atau bahkan dapat menimbulkan kemudharatan maka kegiatan ekonomi tersebut akan dihindari.

Saat kita melihat teori yang dikemukakan oleh Adam Smith tentang faktor yang dapat mempengaruhi harga pasar, maka salah satunya adalah Invisible hand. Invisible hand artinya terdapat tangan-tangan yang tak terlihat dalam menentukan harga dalam pasar. Inviseble hand dalam sudut pandang ekonomi syariah adalah kehendak manusia yang diciptakan oleh Allah SWT. Dengan adanya kehendak tersebut setiap individu akan dapat melakukan permintaan dan penawaran, sehingga secara tidak langsung akan membentuk harga dalam pasar. melalui kehendak itu juga Allah SWT. telah menitipkan rezeki untuk masing-masing orang dan konsep rezeki itu selalu benar, bahwa rezeki itu tidak akan pernah tertukar.

BACA JUGA:  Kompetensi Auditor Syariah

Memahami adanya konsep rezeki, maka dalam proses ekonomi tidak diperlukan adanya lagi persaingan. Dalam islam tidak ada sebuah persaingan yang ada hanyalah persaudaraan. Sehingga dengan adanya konsep ekonomi syariah maka seseorang di tuntut sukses secara berjamaah. Tidak lagi memikirkan ego masing-masing dan menginginkan kesuksesan untuk dirinya sendiri. Sehingga akan terjadi pemerataan dan menciptakan kesejahteraan dakam masyarakat.

Menerapkan dan mengamalkan ekonomi syariah akan mendapatkan keuntungan duniawi dan ukhrawi. Banyak mereka yang sudah mengimplementasikan kemudian memberi testimoni bahwa salah satu keunggulan bentuk harta yang halal adalah keberkahan. Dalam prakteknya seberapapun besarnya harta yang diterima maka akan selalu cukup dengan kebutuhan yang ditanggung, baik pendapatan yang diterima besar maupun kecil. Seseorang yang diberkahi akan mendapat kebaikan utuk dirinya sendiri dan memberikan kebaikan untuk orang lain.

Dengan demikian bahwa penerapan ekonomi syariah akan membawa bangsa Indonesia menjadi bangsa yang lebih baik lagi.  Dengan konsep-konsep dan prinsip-prinsip dari ekonomi syariah maka akan mempercepat laju pertumbuhan ekonomi. meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mendapat keberkahan dari Allah SWT.

Ditulis oleh: Etika Rosy, Mahasiswa STEI SEBI Depok.

Komentar

komentar