Giving for Better Life

Oleh : Amaliya Mujahidah Lizana

Hidup itu seperti roda. Itu adalah salah satu pepatah yang sering kita dengar. Ya, pepatah itu jelas benar karna yang namanya hidup pasti berputar, kadang seseorang berada di atas, namun dalam sekejap mata bisa jadi ia berada di bawah. Itu mungkin saja terjadi. Setiap manusia pasti mengharapkan hidup yang nyaman, aman, tentram, berkecukupan dan lain sebagainya. Namun, tak jarang manusia pasti selalu saja menemui masalah meski mereka sudah melakukan usaha terbaik.

Ilustrasi. (Istimewa)

Rejeki setiap manusia memang berbeda-beda. Ada yang memiliki harta melimpah, namun ia selalu merasa gelisah ataupun tidak pernah merasa puas, namun ada juga yang hanya memiliki harta sedikit namun ia selalu tenang dan merasa berkecukupan di hidupnya. Bisa jadi, disitulah letak keberkahan. Karena itu, umat muslim dianjurkan mencari keberkahan dalam hidupnya. Dalam kamus Al Munawwari, barakah artinya “Karunia tuhan yang mendatangkan kebaikan bagi kehidupan manusia”. Dan menurut Imam Al-Ghazali, berkah artinya ziyadatul khair artinya “bertambahnya kebaikan”.

Banyak jalan untuk mencapai keberkahan, salah satunya adalah sesdekah. Dalam Al-Qur’an, Allah menjelaskan bahwa satu sedekah atau infaq Allah janjikan balasan hingga 700 kali lipat (QS. 2 : 261). Bukan hanya di Al-qur’an, keutamaan tentang sedekah pun juga terdapat di dalam beberapa hadis, salah satunya “tiada seorang bersodaqoh dengan baik kecuali Allah memelihara kelangsungan warisannya” (HR. Ahmad).

Jika dilihat dari nominalnya, sedekah memang akan mengurangi jumlah harta kita setara nyata. Namun, sadarkah kita bahwa sedekah akan menambah pada sisi lainnya. Ketika kita bersedekah, Allah telah siapkan balasan yang begitu besar untuk di dunia maupun di akhirat. Hanya saja terkadang manusia nya saja yang tidak menyadarinya. Balasan Allah itu banyak macamnya, bukan hanya dengan harta. Ketenangan hati, keberkahan, kesehatan dan lainnya merupakan balasan Allah yang tak ternilai harganya.

Berbicara soal sedekah, saya ingat dalam sebuah acara, saya dan kelompok saya yang hanya berbekal uang seadanya ditugaskan untuk menuju sebuah tempat. Ketika kami tiba di masjid untuk menunaikan shalat dan beristirahat, teman satu kelompok saya yang lain menyisihkan sedikit uang nya untuk bersedekah. Siapa sangka, dalam siang itu juga, terdapat salah seorang bapak-bapak yang bersedia membeli dagangan kami dengan nominal yang mashaallah tinggi. Bukan hanya itu, dalam perjalanan kami pun mendapat kemudahan untuk mencapai lokasi tersebut sehingga kami tiba di lokasi sebelum waktu yang ditentukan.

Mashaallah ternyata janji Allah itu pasti.

Comments

comments