Beranda Pemkot Emergency Call 112 Depok Sudah Layani 143 Kasus

Emergency Call 112 Depok Sudah Layani 143 Kasus

Kegiatan Sosialisasi Call Center dan Emergency Call 112. (Foto: San/DepokPos)

DEPOK – Pemerintah Kota (Pemkot) Depok melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) menggelar sosialisasi Nomor Tunggal Panggilan Darurat (NTPD) Call Center 112, di Wisma Hijau, Cimanggis, Rabu (30/08/2017).

Kepala Diskominfo, Sidik Mulyono mengatakan bahwa sosialisasi tersebut merupakan salah satu upaya memberikan kontribusi terhadap visi Kota Depok; unggul, aman dan religius. Dan untuk mencapai kenyamanan tersebut, Diskominfo berupaya membangun sistem yang dapat mengakomodir aspirasi warga Kota Depok.

“Tujuan keberadaan layanan NTPD 112, untuk memberikan kontribusi mewujudkan visi Kota Depok unggul, nyaman, dan religius,” ujar Sidik.

Layanan NTPD 112, imbuh Sidik, merupakan proyek Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo). Sidik menambahkan, Kota Depok menjadi salah satu pilot project dari 10 kota di antaranya Kota Batam, Kota Tangerang, Kota Bogor, Kota Bandung, Kota Surakarta, Kota Balikpapan, Kota Denpasar, Kota Mataram, dan Kota Makasar yang menjalankan proyek ini.

BACA JUGA:  Wali Kota Lantik Kepengurusan PPTI Depok Masa Bakti 2017-2022

“Emergency call ini, merupakan panggilan bebas pulsa untuk panggilan kedaruratan. Jadi dengan 112 pelapor bisa terhubung dengan call taker 112 Diskominfo,” jelasnya.

Secara teknis, tambah Sidik, laporan dari masyarakat tidak hanya melibatkan satu Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

“Misalkan bila ada laporan pohon tumbang, bukan hanya melibatkan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan saja. Tapi, bisa juga dengan Satpol PP, Dinas Perhubungan, dan sebagainya,” pungkasnya.

Emergency Call 112 sudah layani 143 kasus

Ditempat yang sama, Supervisor Emergency Call 112 Wildan Maulana mengatakan bahwa sejak dirilis akhir tahun 2016, Emergency Call 112 selama semester 1 sedikitnya telah melayani 143 kasus laporan kegawatdaruratan. Laporan tentang keamanan dan ketertiban umum menjadi kategori yang paling sering dilaporkan.

BACA JUGA:  Pemkot Depok Gandeng 20 Mitra Usaha Fasilitasi Kartu Identitas Anak

“Dari bulan Desember 2016, implementasi 112 di Kota Depok mencapai 143 kasus. Laporan terbanyak tentang keamanan dan ketertiban yang mencapai 44 kasus. Sementara yang kedua adalah laporan kebakaran sebanyak 24 kasus,” kata Wildan.

Ia menjelaskan, laporan kegawatdaruratan terbagi dalam 8 kategori meliputi, kebakaran, kecelakaan, kesehatan, kriminalitas, bencana alam, gangguan keamanan dan ketertiban, kerusuhan, dan keadaan darurat lainnya.

 

Wildan menilai program NTPD atau Emergency Call 112 berjalan cukup efektif di tengah-tengah masyarakat. Hal tersebut juga dibuktikan dengan 353.744 pertanyaan yang masuk lewat line telepon.

BACA JUGA:  FRAMES Isi Kegiatan LDKS di SMPIT Arafah

“Sebagai layanan kegawatdaruratan, NTPD 112 memberikan kemudahan yang cukup signifikan terhadap masyarakat saat terjadi kejadian yang bersifat darurat. Tentu raihan ini menjadi satu hal yang perlu diapresiasi oleh kita bersama. Tak lupa juga kita berkomitmen untuk selalu meningkatkan pelayanan, agar semakin banyak yang terbantu dengan adanya NTPD ini,” tutupnya.

Komentar

komentar