Dompet Dhuafa Lintasi Batas Jaga Kualitas Hewan Kurban

Eko A. Setiawan selaku Mitra Peternak THK Dompet Dhuafa di Madiun

Demi menjaga kualitas hewan kurban sebelum didistribusikan ke berbagai lokasi di seluruh Indonesia. Tim Quality Control (QC) Tebar Hewan Kurban (THK) Dompet Dhuafa berjibaku menembus batas ke pelosok-pelosok mitra THK untuk mengontrol kelayakan hewan kurban.

Tidak jarang dari Tim QC menemui jalan terjal hingga menempuh perjalanan laut yang memakan waktu berjam-jam untuk menemukan mitra THK yang dituju. Mereka menyebar ke berbagai pelosok Indonesia sesuai dengan komitmen Dompet Dhuafa untuk menyentuh masyarakat-masyarakat di penjuru desa di Indonesia.

Puluhan mitra THK Dompet Dhuafa yang tersebar di penjuru Indonesia, memiliki karakteristik masing-masing daerahnya. Baik para peternak sapi, kambing maupun domba. Salah satu di Madiun, sudah empat tahun menjadi mitra peternak THK Dompet Dhuafa, selain menjaga kepercayaan, kualitas ternaknya terjamin.

Sehingga mutu dan kepercayaan terjaga hingga sekarang, maka tidak heran pemesanan kurban melalui mitra peternak THK Dompet Dhuafa hingga penjuru Madiun bahkan luar Madiun. Hal itu disampaikan melalui email yang diterima depokpos.com pada Kamis (10/8/2017).

Eko A. Setiawan selaku Mitra Peternak THK Dompet Dhuafa, mengungkapkan, “Alhamdulillah dengan perjalanan kemitraan selama empat tahun ini, dapat meningkatkan strata perekonomian para peternak anggota. Adanya THK di Madiun jadi keberkahan dari berkurban melalui THK Dompet Dhuafa,” kata Eko.

Proses Quality Control (QC) dilakukan secara ketat tujuannya adalah agar para penerima manfaat mendapatkan daging kurban yang berkualitas serta mutu yang terjamin dari para pekurban. Selain itu, proses QC dilakukan demi menjaga amanah para pekurban yang mempercayakan kurban melalui THK Dompet Dhuafa.

“Proses QC pertama dilakukan untuk memastikan semua mitra apakah telah menyediakan hewan ternak sesuai dengan kuota mereka masing-masing. Sehingga nantinya pada saat penyelembihan, tidak ada upaya manipulasi dari bobot ternak itu sendiri”. Jelas Benny, General Manager Program Ekonomi Dompet Dhuafa. (BKarmila)

Comments

comments